Ensiklopedia Hadis

Detail Hadis

Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran

ID: 5100 | Sahih
HR. Ahmad
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا» قَالُوا: إِذنْ نُكْثِرُ، قَالَ: «اللهُ أَكْثَرُ».
Terjemahan:
Abu Sa‘īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang muslim berdoa dengan satu doa yang tidak mengandung dosa maupun pemutusan silaturahmi, melainkan dengan doanya itu Allah pasti memberinya satu dari tiga hal: doanya akan disegerakan kepadanya, Allah simpankan doanya itu untuknya di akhirat, atau Allah hindarkan darinya kejelekan yang sebanding dengan doanya." Para sahabat berkata, "Kalau begitu, kita perbanyak doa." Beliau bersabda, "Allah lebih banyak (memberi)."
Hikmah & Pelajaran
1- Doa seorang muslim itu mustajab, tidak akan ditolak, tetapi harus terpenuhi syarat dan adab-adabnya. Oleh karena itu, seorang hamba harus memperbanyak doa dan tidak terburu-buru menginginkan pengabulan.
2- Pengabulan doa tidak terbatas pada didapatkannya apa yang diminta. Bisa jadi ia diberi ampunan dengan sebab doanya itu atau disimpankan untuknya di akhirat.
3- Ibnu Bāz berkata, "Menguatkan permintaan, berbaik sangka kepada Allah, dan tidak putus asa termasuk sebab pengabulan yang paling besar. Sebab itu, seseorang harus berdoa dengan kuat, berbaik sangka kepada Allah ﷻ, serta meyakini bahwa Allah Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Terkadang Allah menyegerakan pengabulannya karena suatu hikmah, terkadang mengakhirkannya karena hikmah yang lain, dan terkadang memberi orang yang berdoa sesuatu yang lebih baik daripada permintaannya."

Jelajahi Fitur Lainnya