Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 5037 | Sahih
HR. Muslim
عَنْ وَائِلٍ الْحَضْرَمِيِّ قَالَ: سَأَلَ سَلَمَةُ بْنُ يَزِيدَ الْجُعْفِيُّ رضي الله عنه رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ قَامَتْ عَلَيْنَا أُمَرَاءُ يَسْأَلُونَا حَقَّهُمْ وَيَمْنَعُونَا حَقَّنَا، فَمَا تَأْمُرُنَا؟ فَأَعْرَضَ عَنْهُ، ثُمَّ سَأَلَهُ، فَأَعْرَضَ عَنْهُ، ثُمَّ سَأَلَهُ فِي الثَّانِيَةِ أَوْ فِي الثَّالِثَةِ، فَجَذَبَهُ الْأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ، وَقَالَ: «اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا، فَإِنَّمَا عَلَيْهِمْ مَا حُمِّلُوا، وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ».
Terjemahan:
Wā`il Al-Ḥaḍramiy meriwayatkan, Salamah bin Yazīd Al-Ju‘fiy -raḍiyallāhu 'anhu- pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ, dia berkata, "Wahai Nabi Allah! Kabarkanlah kepada kami, jika kami dipimpin oleh para pemimpin yang menuntut pada kami haknya tetapi mereka tidak menunaikan hak kami, apakah yang engkau perintahkan kepada kami?" Namun beliau berpaling darinya. Kemudian ia bertanya lagi, tetapi beliau tetap berpaling. Kemudian ia bertanya lagi yang kedua kali -atau ketiga kali- sehingga ia ditarik oleh Al-Asy'aṡ bin Qais. Beliau bersabda, "Dengarlah dan taatilah. Mereka bertanggung jawab terhadap kewajiban mereka dan kalian bertanggung jawab terhadap kewajiban kalian."
Hikmah & Pelajaran
1- Perintah mendengar dan taat kepada pemimpin dalam setiap keadaan terkait perkara yang mendatangkan rida Allah ﷻ, sekalipun mereka tidak menunaikan hak rakyat.
2- Kelalaian pemimpin dalam kewajiban mereka tidak boleh menjadi pembenar bagi rakyat untuk turut lalai dalam kewajiban mereka karena masing-masing akan ditanya tentang amalnya dan dihukum atas kelalaiannya.
3- Agama tidak dibangun atas prinsip barter, tetapi atas prinsip melaksanakan kewajiban walaupun sebaliknya pihak lain lalai pada kewajibannya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis ini.
2- Kelalaian pemimpin dalam kewajiban mereka tidak boleh menjadi pembenar bagi rakyat untuk turut lalai dalam kewajiban mereka karena masing-masing akan ditanya tentang amalnya dan dihukum atas kelalaiannya.
3- Agama tidak dibangun atas prinsip barter, tetapi atas prinsip melaksanakan kewajiban walaupun sebaliknya pihak lain lalai pada kewajibannya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis ini.