Ensiklopedia Hadis

Detail Hadis

Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran

ID: 66537 | Sahih
رواه البخاري ومسلم
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما قال: قال رَسولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا، وَإِنْ كَانَتْ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ فِيهِ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: مَنْ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وإذَا خَاصَمَ فَجَرَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ».
Terjemahan:
Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, Ada empat sifat, siapa yang memiliki keempatnya maka dia seorang munafik, dan siapa yang pada dirinya terdapat salah satu dari keempat sifat itu, maka dalam dirinya terdapat satu sifat kemunafikan hingga dia meninggalkannya, yaitu: jika berbicara ia berdusta, bila berjanji ia melanggarnya, jika berselisih akan semena-mena, dan bila mengadakan perjanjian ia melanggarnya."
Hikmah & Pelajaran
1- Menjelaskan sebagian tanda orang munafik untuk memberikan rasa takut dan peringatan agar tidak terjerumus ke dalamnya.
2- Maksud hadis ini adalah bahwa sifat-sifat ini adalah sifat kemunafikan dan pemiliknya mirip dengan orang munafik di dalam sifat-sifat ini serta berperilaku dengan perangai mereka, bukan berarti ia seorang munafik yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran. Konon, hadis ini dimaknai pada orang yang sifat-sifat ini dominan padanya serta menyepelekan dan menggampangkannya karena orang yang seperti itu biasanya memiliki akidah yang rusak.
3- Al-Gazāliy berkata, "Pilar agama mengerucut kepada tiga hal: perkataan, perbuatan, dan niat. Beliau mengingatkan kerusakan perkataan dengan dusta, kerusakan perbuatan dengan khianat, dan kerusakan niat dengan menyelisihi janji. Hal itu karena menyelisihi janji tidak menjadi cela kecuali jika tekad untuk itu bersamaan dengan janji. Adapun jika ia bertekad kemudian muncul di hadapannya suatu penghalang atau tampak baginya suatu pandangan lain, maka yang seperti ini belum muncul padanya potret kemunafikan."
4- Kemunafikan terbagi menjadi dua:
(a) Kemunafikan dalam akidah yang mengeluarkan pelakunya dari keimanan, yaitu menampakkan keislaman tetapi menyembunyikan kekafiran
(b) Kemunafikan dalam amal, yaitu menyerupai orang munafik di dalam akhlak mereka, dan ini tidak mengeluarkan pelakunya dari keimanan, tetapi ia merupakan dosa besar.

Jelajahi Fitur Lainnya