Ensiklopedia Hadis

Detail Hadis

Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran

ID: 66529 | Sahih
HR. Abu Daud dan Tirmizi
عَنْ أَبِي نَجِيحٍ العِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رضي الله عنه قَالَ: وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا القُلُوبُ، وَذَرَفَتْ مِنْهَا العُيُونُ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ! كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ؛ فَأَوْصِنَا، قَالَ: «أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ المَهْدِيينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ؛ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ».
Terjemahan:
Abu Najīḥ al-'Irbāḍ bin Sāriyah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ menasihati kami dengan nasihat yang dalam, menggetarkan hati, dan membuat mata berlinang. Kami pun berkata, "Ya Rasulullah, sepertinya ini nasihat perpisahan, maka berilah kami wasiat." Beliau bersabda, "Aku mewasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah serta mendengar dan taat (kepada penguasa) walaupun penguasa kalian itu seorang budak. Sesungguhnya siapa yang masih hidup sepeninggalku akan melihat banyak perselisihan. Sebab itu, berpegangteguhlah kepada sunnahku dan sunnah para khulafaurasyidin yang diberi petunjuk; gigitlah ia dengan gigi geraham. Sebaliknya, hindarilah perkara-perkara yang diada-adakan dalam agama, karena semua bidah adalah kesesatan."
Hikmah & Pelajaran
1- Urgensi berpegang kuat pada Sunnah dan mengikutinya.
2- Perhatian kepada nasihat dan pelembutan hati.
3- Perintah mengikuti khulafaurasyidin yang empat setelah beliau, yaitu Abu Bakar, Umar, Uṡmān, dan Ali -raḍiyallāhu 'anhum-.
4- Larangan mengadakan bidah dalam agama karena setiap bidah adalah kesesatan.
5- Patuh dan taat kepada semua pemegang urusan kaum mukminin pada selain kemaksiatan.
6- Urgensi bertakwa kepada Allah ﷻ di semua waktu dan keadaan.
7- Perselisihan akan terjadi pada umat ini, dan ketika itu terjadi maka wajib kembali kepada Sunnah Rasulullah ﷺ dan khulafaurasyidin.

Jelajahi Fitur Lainnya