Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 65411 | Sahih
HR. Muslim
عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ رَضيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا صَلَّى الفَجْرَ جَلَسَ فِي مُصَلَّاهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَسَنًا، وَقَالَ: كَانَ لَا يَقُومُ مِنْ مُصَلَّاهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ الصُّبْحَ أَوِ الغَدَاةَ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ قَامَ، وَكَانُوا يَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِي أَمْرِ الجَاهِلِيَّةِ، فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ.
Terjemahan:
Jabir bin Samurah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Nabi ﷺ biasanya, jika telah selesai mengerjakan salat Subuh, tetap duduk di tempat salatnya sampai matahari terbit bersinar". Dia berkata, "Beliau tidak langsung berdiri dari tempat salatnya yang digunakan untuk salat Subuh sampai matahari terbit. Apabila matahari telah terbit, barulah beliau bangkit. Para sahabat pun biasanya berbincang dan menyinggung masa jahiliah sehingga mereka tertawa, sementara beliau hanya tersenyum."
Hikmah & Pelajaran
1- Anjuran berzikir setelah salat Subuh sampai matahari terbit, dan tetap berada di tempat salatnya selama tidak ada uzur.
2- Hadis ini menjelaskan kemuliaan akhlak dan keramahan Nabi ﷺ, di mana beliau biasa duduk bersama para sahabatnya, menyimak perbincangan serta kisah-kisah mereka, dan sesekali tersenyum menanggapinya.
3- Boleh berbicara dan mengenang masa-masa jahiliah di masjid.
4- Boleh tertawa dan tersenyum; sebab yang terlarang adalah banyak tertawa.
2- Hadis ini menjelaskan kemuliaan akhlak dan keramahan Nabi ﷺ, di mana beliau biasa duduk bersama para sahabatnya, menyimak perbincangan serta kisah-kisah mereka, dan sesekali tersenyum menanggapinya.
3- Boleh berbicara dan mengenang masa-masa jahiliah di masjid.
4- Boleh tertawa dan tersenyum; sebab yang terlarang adalah banyak tertawa.