Ensiklopedia Hadis

Detail Hadis

Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran

ID: 65303 | Sahih
HR. Bukhari
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَفَاتِحُ الغَيْبِ خَمْسٌ، {إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنْزِلُ الغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ}».
Terjemahan:
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Kunci gaib itu ada lima; 'Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat, Dia yang menurunkan hujan, Dia yang mengetahui apa yang ada dalam rahim, tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannnya besok, dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.'"
Hikmah & Pelajaran
1- Menjelaskan lima perbendaharaan perkara gaib yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah.
2- As-Sindi menuturkan, "Sabda beliau 'Kunci-kunci perkara gaib itu ada lima', kelima perkara ini disebut kunci perkara gaib, karena siapa yang memiliki lima perkara gaib ini maka dia mengetahui seluruh perkara gaib, sehingga seolah itu merupakan pembuka bagi perbendaharaan gaib lainnya.
3- Ibnu Hajar menuturkan, Ibnu Abu Jamrah berkata, "Digunakannya istilah "kunci" bertujuan untuk mendekatkan pemahaman perkara tersebut kepada pendengar. Sebab, segala sesuatu yang diberi penghalang antara Anda dengannya adalah hal gaib bagi Anda. Untuk bisa mengetahuinya biasanya harus melalui pintu, dan jika pintu tersebut tertutup maka diperlukan kunci. Jika sesuatu yang tidak mungkin mengetahui hal yang gaib kecuali dengan perantaranya tidak diketahui tempatnya, lantas bagaimana hal gaib tersebut dapat diketahui?!"
4- Ibnu Abu Jamrah berkata, "Hikmah dibuatnya kunci perkara gaib menjadi lima adalah untuk menunjukkan pembatasan alam pada lima alam itu saja."
5- Terkadang Allah ﷻ menampakkan sebagian perkara gaib kepada para rasul untuk suatu hikmah.
6- Hadis ini membantah perkataan dusta para peramal dan dukun dalam praktik ilmu gaib. Siapa saja yang mengaku mengetahui sesuatu yang sebenarnya hanya Allah ﷻ saja yang mengetahuinya, maka ia telah mendustakan Allah Ta'ala dan Rasul-Nya, serta Al-Qur`an yang agung.

Jelajahi Fitur Lainnya