Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 65183 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً، لاَ يَبُولُونَ وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ، وَلاَ يَتْفِلُونَ وَلاَ يَمْتَخِطُونَ، أَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ، وَرَشْحُهُمُ المِسْكُ، وَمَجَامِرُهُمْ الأَلُوَّةُ الأَنْجُوجُ، عُودُ الطِّيبِ وَأَزْوَاجُهُمُ الحُورُ العِينُ، عَلَى خَلْقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمْ آدَمَ، سِتُّونَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ».
Terjemahan:
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rupa bulan di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang bersinar paling terang di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak berludah, dan tidak beringus. Sisir mereka dari emas, keringat mereka adalah kesturi, tungku bukhūr (dupa) mereka dari uluwwah -yaitu kayu wewangian-, pasangan mereka adalah bidadari. Fisik mereka sama, yaitu seperti rupa ayah mereka Adam yang tingginya enam puluh hasta."
Hikmah & Pelajaran
1- Menjelaskan sifat penghuni surga; mereka berbeda tingkatan di dalamnya, sesuai derajat dan amalan mereka.
2- Menggunakan tasybīh (permisalan) untuk memahamkan dan menjelaskan hal-hal yang bersifat absrak.
Al-Qurṭubiy berkata, "Mungkin dikatakan, apa perlunya mereka dengan sisir sedang mereka anak-anak muda yang belum tumbuh jenggotnya dan rambut mereka tidak kotor? Apa perlunya mereka dengan dupa sedang aroma mereka lebih wangi dari kesturi? Dapat dijawab bahwa nikmat penghuni surga seperti makan, minum, pakaian, dan minyak wangi bukan didasari oleh rasa lapar, haus, tidak berpakaian, dan aroma tidak sedap. Tetapi merupakan wujud kelezatan yang susul menyusul dan kenikmatan yang terus mengalir. Hikmahnya, yaitu mereka diberikan nikmat dengan jenis nikmat yang dulu mereka nikmati di dunia."
2- Menggunakan tasybīh (permisalan) untuk memahamkan dan menjelaskan hal-hal yang bersifat absrak.
Al-Qurṭubiy berkata, "Mungkin dikatakan, apa perlunya mereka dengan sisir sedang mereka anak-anak muda yang belum tumbuh jenggotnya dan rambut mereka tidak kotor? Apa perlunya mereka dengan dupa sedang aroma mereka lebih wangi dari kesturi? Dapat dijawab bahwa nikmat penghuni surga seperti makan, minum, pakaian, dan minyak wangi bukan didasari oleh rasa lapar, haus, tidak berpakaian, dan aroma tidak sedap. Tetapi merupakan wujud kelezatan yang susul menyusul dan kenikmatan yang terus mengalir. Hikmahnya, yaitu mereka diberikan nikmat dengan jenis nikmat yang dulu mereka nikmati di dunia."