Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 5978 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لاَ يَقُلْ أَحَدُكُمْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ، ارْزُقْنِي إِنْ شِئْتَ، وَليَعْزِمْ مَسْأَلَتَهُ، إِنَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ، لاَ مُكْرِهَ لَهُ».
ولمسلم: «وَلَكِنْ لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ وَلْيُعَظِّمِ الرَّغْبَةَ، فَإِنَّ اللهَ لَا يَتَعَاظَمُهُ شَيْءٌ أَعْطَاهُ».
Terjemahan:
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Janganlah salah seorang kalian mengatakan, 'Ya Allah! Ampunilah aku jika Engkau menghendaki, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki, berilah aku rezeki jika Engkau menghendaki.' Namun, hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam meminta karena Allah melakukan semua yang dikehendaki-Nya dan tidak ada yang dapat memaksa-Nya."
Hikmah & Pelajaran
1- Larangan menggantungkan doa pada kehendak.
2- Menyucikan Allah dari semua yang tidak pantas dengan zat-Nya, keluasan karunia-Nya, kesempurnaan kemahakayaan-Nya, serta kebaikan dan kedermawanan-Nya.
3- Menetapkan kesempurnaan bagi Allah ﷻ.
4- Memperkuat harapan pada apa yang ada di sisi Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dan berbaik sangka kepada-Nya.
5- Sebagian orang menggantungkan doa pada kehendak tanpa mereka sadari. Misalnya perkataan: Jazākallāhu khairan in syā`allāh, yarḥamukallāhu in syā`allāh. Perkataan ini tidak boleh berdasarkan hadis dalam pembahasan ini.
2- Menyucikan Allah dari semua yang tidak pantas dengan zat-Nya, keluasan karunia-Nya, kesempurnaan kemahakayaan-Nya, serta kebaikan dan kedermawanan-Nya.
3- Menetapkan kesempurnaan bagi Allah ﷻ.
4- Memperkuat harapan pada apa yang ada di sisi Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dan berbaik sangka kepada-Nya.
5- Sebagian orang menggantungkan doa pada kehendak tanpa mereka sadari. Misalnya perkataan: Jazākallāhu khairan in syā`allāh, yarḥamukallāhu in syā`allāh. Perkataan ini tidak boleh berdasarkan hadis dalam pembahasan ini.