Ensiklopedia Hadis

Detail Hadis

Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran

ID: 5932 | Sahih
HR. Muslim
عن خَوْلَةَ بِنْتَ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ قَالتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ».
Terjemahan:
Khaulah binti Ḥakīm -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang singgah di suatu tempat lalu berdoa: 'A'ūżu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq (Aku berlindung pada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan semua mahluk yang Dia ciptakan)', tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakannya sampai dia beranjak dari tempatnya itu."
Hikmah & Pelajaran
1- Istiazah (memohon perlindungan) termasuk ibadah, yaitu yang ditujukan kepada Allah Ta'ala atau pada nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
2- Boleh berlindung pada kalam Allah karena merupakan salah satu sifat-Nya, berbeda dengan berlindung kepada makhluk, karena ini merupakan kesyirikan.
3- Keutamaan doa ini dan keberkahannya.
4- Berlindung dengan zikir adalah sebab seorang hamba dijaga dari keburukan.
5- Menolak istiazah kepada selain Allah, berupa jin, tukang sihir, dukun dan lainnya.
6- Disyariatkannya membaca doa ini bagi orang yang singgah di sebuah tempat, baik ketika mukim ataupun musafir.

Jelajahi Fitur Lainnya