Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 5931 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤمنينَ رضي الله عنها قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَدْ سَتَرْتُ سَهْوَةً لِي بِقِرَامٍ فِيهِ تَمَاثِيلُ، فَلَمَّا رَآهُ هَتَكَهُ وَتَلَوَّنَ وَجْهُهُ وَقَالَ: «يَا عَائِشَةُ، أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللهِ» قَالَتْ عَائِشَةُ: «فَقَطَعْنَاهُ فَجَعَلْنَا مِنْهُ وِسَادَةً أَوْ وِسَادَتَيْنِ».
Terjemahan:
Aisyah, ibunda kaum mukminin -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, ia berkata, Rasulullah ﷺ masuk menemuiku, sementara aku telah menutup lemari kecilku dengan tirai yang bergambar. Ketika beliau melihatnya, beliau melepasnya dan wajah beliau berubah. Beliau bersabda, "Wahai Aisyah, orang yang paling berat siksanya di sisi Allah kelak pada hari kiamat ialah yang membuat sesuatu yang menyerupai ciptaan Allah." Aisyah berkata, "Lalu kami memotongnya dan membuatnya menjadi satu atau dua bantal."
Hikmah & Pelajaran
1- Mengingkari kemungkaran secara langsung ketika terlihat dan tidak menundanya, selama pengingkaran tersebut tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
2- Siksa di hari kiamat kelak bertingkat-tingkat sesuai kadar dosa.
3- Menggambar makhluk bernyawa termasuk dosa besar.
4- Di antara hikmah pengharaman menggambar ialah karena tindakan itu merupakan bentuk menandingi ciptaan Allah Ta'ala, entah orang yang menggambar berniat menandingi ataupun tidak.
5- Kegigihan syariat untuk menjaga harta dengan memanfaatkannya setelah menjauhkan perkara haram yang terkandung di dalamnya.
6- Larangan membuat gambar bernyawa dalam bentuk apa pun, walaupun yang dihinakan (diinjak dan diduduki).
2- Siksa di hari kiamat kelak bertingkat-tingkat sesuai kadar dosa.
3- Menggambar makhluk bernyawa termasuk dosa besar.
4- Di antara hikmah pengharaman menggambar ialah karena tindakan itu merupakan bentuk menandingi ciptaan Allah Ta'ala, entah orang yang menggambar berniat menandingi ataupun tidak.
5- Kegigihan syariat untuk menjaga harta dengan memanfaatkannya setelah menjauhkan perkara haram yang terkandung di dalamnya.
6- Larangan membuat gambar bernyawa dalam bentuk apa pun, walaupun yang dihinakan (diinjak dan diduduki).