Dalam menjalankan usaha, tidak sedikit orang yang merasa bisnisnya sulit berkembang meskipun sudah dirintis cukup lama. Ada pula yang sedang merencanakan membuka usaha baru namun masih ragu dalam menentukan nama, merek, atau logo yang akan digunakan. Dalam berbagai kepercayaan tradisional, seperti primbon, feng shui, maupun ilmu peruntungan, nama dan simbol usaha dipercaya memiliki pengaruh terhadap perjalanan dan keberhasilan bisnis.

Karena itu, pemilihan nama, merek, dan logo perusahaan sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Selain mempertimbangkan aspek pemasaran dan keindahan, dalam tradisi tertentu juga dianjurkan memperhatikan keselarasan dengan jenis usaha, karakter pemilik, serta unsur kelahiran seperti shio dan elemen.

1. Menyesuaikan Nama dengan Jenis Usaha

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian antara nama perusahaan, merek, dan logo dengan bidang usaha yang dijalankan. Nama yang selaras dengan jenis usaha dipercaya dapat memperkuat identitas dan membawa energi yang baik.

Sebagai contoh, usaha yang bergerak di bidang air atau minuman sering menggunakan kata yang berhubungan dengan air, seperti Tirta, Segara, atau Sumber. Selain mudah diingat, kata-kata tersebut juga memiliki makna yang baik dan melambangkan kelancaran.

Dalam kepercayaan tertentu, sebelum menentukan usaha juga dianjurkan melihat kecocokan dengan elemen kelahiran atau shio. Misalnya, orang yang memiliki elemen api dianggap kurang cocok menjalankan usaha yang berhubungan dengan air. Begitu pula dalam kepercayaan shio, ada pasangan shio yang dianggap kurang selaras, sehingga sebaiknya dihindari dalam simbol atau jenis usaha.

2. Memilih Nama dengan Makna Baik

Nama yang memiliki arti positif dipercaya dapat membawa harapan baik bagi usaha. Kata-kata seperti Sentosa, Jaya, Makmur, Subur, Abadi, atau Sejahtera sering digunakan karena melambangkan kemajuan dan keberuntungan.

Jika menggunakan nama hewan sebagai merek, dalam tradisi tertentu dianjurkan menyesuaikan dengan shio kelahiran pemilik agar tidak terjadi ketidakselarasan yang dipercaya dapat mempengaruhi perjalanan usaha.