3. Menentukan Logo yang Selaras
Selain nama, logo juga dianggap memiliki pengaruh simbolik. Dalam beberapa kepercayaan, logo sebaiknya dibuat selaras dengan karakter usaha dan pemiliknya.
Jika menggunakan gambar hewan, ada anggapan bahwa sebaiknya tidak menggunakan hewan yang bertentangan dengan shio kelahiran. Misalnya, seseorang yang bershio naga dipercaya kurang cocok menggunakan simbol anjing sebagai logo.
Logo yang menggunakan huruf inisial juga memiliki pertimbangan tersendiri. Bentuk huruf yang mengarah ke atas sering dianggap melambangkan kemajuan, sedangkan bentuk yang menurun dianggap kurang baik secara simbolis.
4. Pemilihan Warna Berdasarkan Elemen
Dalam tradisi lima elemen (kayu, api, tanah, logam, air), warna juga dipercaya membawa pengaruh tertentu. Karena itu, pemilihan warna logo sering disesuaikan dengan elemen kelahiran.
Contoh kepercayaan yang sering digunakan:
- Elemen air sebaiknya menghindari warna yang dianggap melemahkan unsur air.
- Elemen kayu kurang cocok dengan warna yang melambangkan api atau logam.
- Elemen api sebaiknya tidak terlalu dominan menggunakan warna air.
- Elemen tanah perlu berhati-hati dengan warna yang dianggap menguras energi.
- Elemen logam biasanya menghindari warna yang melambangkan api.
Kepercayaan ini tidak bersifat mutlak, tetapi sering dijadikan pertimbangan dalam tradisi feng shui dan perhitungan peruntungan.
5. Jika Usaha Dimiliki Beberapa Orang
Penentuan nama dan logo bisa menjadi lebih rumit jika usaha dimiliki oleh beberapa orang. Dalam kondisi seperti ini, biasanya dipilih jalan tengah dengan menggunakan nama yang netral atau simbol yang tidak bertentangan dengan elemen masing-masing.
Kecermatan diperlukan agar nama dan logo tetap memiliki makna baik tanpa menimbulkan pertentangan simbolik.
6. Logo yang Sebaiknya Dihindari Menurut Kepercayaan Tradisional
Dalam beberapa kepercayaan, ada simbol yang dianggap kurang baik jika digunakan sebagai logo usaha, misalnya:
- Gambar bencana alam seperti petir, gunung meletus, atau ombak besar
- Gambar hewan buas yang melambangkan agresi berlebihan
- Simbol yang dianggap sakral atau keagamaan
- Gambar yang melambangkan kesedihan, kehancuran, atau konflik
Larangan ini bersifat kepercayaan tradisional dan tidak wajib diikuti, namun sering dijadikan pertimbangan oleh sebagian orang.