Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 65009 | Sahih
HR. Muslim
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، ابْنُ جُدْعَانَ كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ، وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ، فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ؟ قَالَ: «لَا يَنْفَعُهُ، إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا: رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ».
Terjemahan:
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, ia berkata, Aku pernah bertanya, "Wahai Rasulullah! Ibnu Jud'ān biasa menyambung silaturahmi dan memberi makan orang miskin di masa jahiliah, apakah semua itu akan berguna baginya?" Beliau menjawab, "Itu semuanya tidak akan berguna baginya, karena dia belum pernah suatu hari mengucapkan rabbigfir lī khaṭī`atī yaumad-dīn (Tuhanku, berilah aku ampunan pada kesalahanku di hari kiamat)."
Hikmah & Pelajaran
1- Penjelasan mengenai keutamaan iman, bahwa ia merupakan syarat diterimanya amal.
2- Penjelasan tentang buruknya kekafiran dan ia merupakan pembatal amal saleh.
3- Orang-orang kafir tidak akan mendapatkan manfaat dari amal perbuatan mereka di akhirat sebab mereka tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat.
4- Amal perbuatan seseorang di masa kafirnya akan ditulis untuknya jika dia masuk Islam, serta akan mendapatkan ganjarannya.
2- Penjelasan tentang buruknya kekafiran dan ia merupakan pembatal amal saleh.
3- Orang-orang kafir tidak akan mendapatkan manfaat dari amal perbuatan mereka di akhirat sebab mereka tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat.
4- Amal perbuatan seseorang di masa kafirnya akan ditulis untuknya jika dia masuk Islam, serta akan mendapatkan ganjarannya.