Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 6458 | Sahih
صحيح مسلم
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ، قَالَ: فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ: إِنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، قَالَ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ، وَإِذَا أَبْغَضَ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَيَقُولُ: إِنِّي أُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضْهُ، قَالَ فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضُوهُ، قَالَ: فَيُبْغِضُونَهُ، ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ الْبَغْضَاءُ فِي الْأَرْضِ».
Terjemahan:
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Nabi ﷺ bersabda, "Sungguh, jika Allah Ta'ala mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril seraya berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai polan, maka cintailah dia.' Lantas Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril menyeru di langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai polan, maka cintailah dia.' Lantas penduduk langit pun mencintainya. Kemudian dia diberikan penerimaan (dijadikan dicintai) di muka bumi. Sebaliknya, jika Allah membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril seraya berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci polan, maka bencilah dia.' Lantas Jibril pun membencinya. Setelah itu, Jibril menyeru di penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah telah membenci polan, maka bencilah dia. Lantas penduduk langit pun membencinya. Kemudian dia dijadikan dibenci di muka bumi."
Hikmah & Pelajaran
1- Abu Muhammad bin Abi Jamrah berkata, "Didahulukannya perintah tersebut kepada Jibril sebelum malaikat-malaikat lainnya untuk memperlihatkan ketinggian kedudukannya di sisi Allah Ta'ala atas malaikat lainnya."
2- Orang yang dicintai oleh Allah akan dicintai oleh penduduk langit dan bumi, sebaliknya orang yang dibenci oleh Allah akan dibenci oleh penduduk langit dan bumi.
3- As-Sindi berkata, "Sabda beliau, 'Dia diberikan penerimaan (dijadikan dicintai) di muka bumi' tidak mengharuskan hukum umum, melainkan sesuai ukuran penerimaan di bumi yang diinginkan oleh Allah untuknya. Hal itu karena kita mengetahui bersama bagaimana permusuhan orang-orang buruk kepada orang baik."
4- Anjuran untuk menyempurnakan amal-amal kebaikan dengan berbagai jenisnya, baik yang wajib maupun yang sunah, serta peringatan dari maksiat dan bidah karena keduanya menjadi sebab kemurkaan Allah.
5- Ibnu Ḥajar berkata, "Dari hadis ini dapat disimpulkan bahwa kecintaan hati manusia adalah tanda kecintaan Allah. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah terkait jenazah, 'Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi.'"
6- Ibnul-'Arabiy al-Mālikiy berkata, "Yang dimaksudkan dengan penduduk bumi adalah orang-orang yang mengenalnya, tidak termasuk orang yang tidak mengenalnya dan yang belum pernah mendengarnya."
2- Orang yang dicintai oleh Allah akan dicintai oleh penduduk langit dan bumi, sebaliknya orang yang dibenci oleh Allah akan dibenci oleh penduduk langit dan bumi.
3- As-Sindi berkata, "Sabda beliau, 'Dia diberikan penerimaan (dijadikan dicintai) di muka bumi' tidak mengharuskan hukum umum, melainkan sesuai ukuran penerimaan di bumi yang diinginkan oleh Allah untuknya. Hal itu karena kita mengetahui bersama bagaimana permusuhan orang-orang buruk kepada orang baik."
4- Anjuran untuk menyempurnakan amal-amal kebaikan dengan berbagai jenisnya, baik yang wajib maupun yang sunah, serta peringatan dari maksiat dan bidah karena keduanya menjadi sebab kemurkaan Allah.
5- Ibnu Ḥajar berkata, "Dari hadis ini dapat disimpulkan bahwa kecintaan hati manusia adalah tanda kecintaan Allah. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah terkait jenazah, 'Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi.'"
6- Ibnul-'Arabiy al-Mālikiy berkata, "Yang dimaksudkan dengan penduduk bumi adalah orang-orang yang mengenalnya, tidak termasuk orang yang tidak mengenalnya dan yang belum pernah mendengarnya."