Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 6076 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه: أَنَّ فَاطِمَةَ رَضيَ اللهُ عنْها أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَشْكُو إِلَيْهِ مَا تَلْقَى فِي يَدِهَا مِنَ الرَّحَى، وَبَلَغَهَا أَنَّهُ جَاءَهُ رَقِيقٌ، فَلَمْ تُصَادِفْهُ، فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِعَائِشَةَ، فَلَمَّا جَاءَ أَخْبَرَتْهُ عَائِشَةُ، قَالَ: فَجَاءَنَا وَقَدْ أَخَذْنَا مَضَاجِعَنَا، فَذَهَبْنَا نَقُومُ، فَقَالَ: «عَلَى مَكَانِكُمَا» فَجَاءَ فَقَعَدَ بَيْنِي وَبَيْنَهَا، حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَ قَدَمَيْهِ عَلَى بَطْنِي، فَقَالَ: «أَلاَ أَدُلُّكُمَا عَلَى خَيْرٍ مِمَّا سَأَلْتُمَا؟ إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا -أَوْ أَوَيْتُمَا إِلَى فِرَاشِكُمَا- فَسَبِّحَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَاحْمَدَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَكَبِّرَا أَرْبَعًا وَثَلاَثِينَ، فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ».
Terjemahan:
Ali -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- datang menemui Nabi ﷺ untuk mengeluhkan bekas batu penggilingan di tangannya karena ia mendapat berita ada budak yang sampai kepada beliau. Akan tetapi, ia tidak menemukan beliau sehingga ia menyebutkan hal itu kepada Aisyah. Ali melanjutkan: Beliau kemudian datang menemui kami sementara kami telah bersiap-siap di tempat tidur, sehingga kami segera bangun, tetapi beliau bersabda, "Tetaplah kalian di tempat kalian." Lantas beliau masuk lalu duduk antara aku dengan Fatimah sampai aku merasakan dinginnya telapak kaki beliau di perutku. Beliau bersabda, "Maukah kalian berdua kutunjuki sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta? Apabila kalian hendak tidur -atau apabila kalian berdua telah berbaring-, maka bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali, dan bertakbirlah 34 kali. Hal itu lebih baik bagi kalian dari seorang pelayan (budak)."
Hikmah & Pelajaran
1- Anjuran merutinkan zikir yang penuh berkah ini karena disebutkan bahwa Ali -raḍiyallāhu 'anhu- tidak pernah meninggalkan wasiat Nabi ini meskipun pada malam Perang Ṣiffīn.
2- Zikir ini tidak dibaca kecuali sebelum tidur malam karena redaksinya dalam riwayat Muslim pada riwayat Mu'āż dari Syu'bah adalah: "Apabila kalian berdua telah bersiap-siap tidur malam ..."
3- Apabila seorang muslim lupa zikir ini di awal malam lalu ingat di akhir malam, maka tidak mengapa ia membacanya, karena Ali -raḍiyallāhu 'anhu- yang menjadi perawi hadis ini menyampaikan bahwa ia lupa membacanya di malam Perang Ṣiffīn di awal malam kemudian ingat setelahnya, maka ia pun membacanya sebelum Subuh.
4- Al-Muhallab berkata, "Hadis ini mengandung pelajaran agar seseorang membawa keluarganya seperti ia membawa dirinya untuk mengedepankan akhirat atas dunia jika mereka memiliki kemampuan untuk itu."
5- Ibnu Ḥajar Al-'Asqalāniy berkata, "Orang yang merutinkannya tidak akan mengalami masalah dengan banyak pekerjaan dan tidak pula akan menyulitkannya walaupun ia mengalami kelelahan."
6- Al-'Ainiy berkata, "Sisi keutamaannya ialah dilihat dari keterkaitan zikir ini dengan akhirat dan keterkaitan pelayan dengan dunia, dan tentu akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Atau bisa dilihat dari maksud permintaan Fatimah, yaitu dengan sebab zikir ini, ia akan mendapatkan kekuatan yang menjadikannya mampu melakukan pelayanan lebih banyak dari yang mampu dilakukan oleh seorang pelayan."
2- Zikir ini tidak dibaca kecuali sebelum tidur malam karena redaksinya dalam riwayat Muslim pada riwayat Mu'āż dari Syu'bah adalah: "Apabila kalian berdua telah bersiap-siap tidur malam ..."
3- Apabila seorang muslim lupa zikir ini di awal malam lalu ingat di akhir malam, maka tidak mengapa ia membacanya, karena Ali -raḍiyallāhu 'anhu- yang menjadi perawi hadis ini menyampaikan bahwa ia lupa membacanya di malam Perang Ṣiffīn di awal malam kemudian ingat setelahnya, maka ia pun membacanya sebelum Subuh.
4- Al-Muhallab berkata, "Hadis ini mengandung pelajaran agar seseorang membawa keluarganya seperti ia membawa dirinya untuk mengedepankan akhirat atas dunia jika mereka memiliki kemampuan untuk itu."
5- Ibnu Ḥajar Al-'Asqalāniy berkata, "Orang yang merutinkannya tidak akan mengalami masalah dengan banyak pekerjaan dan tidak pula akan menyulitkannya walaupun ia mengalami kelelahan."
6- Al-'Ainiy berkata, "Sisi keutamaannya ialah dilihat dari keterkaitan zikir ini dengan akhirat dan keterkaitan pelayan dengan dunia, dan tentu akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Atau bisa dilihat dari maksud permintaan Fatimah, yaitu dengan sebab zikir ini, ia akan mendapatkan kekuatan yang menjadikannya mampu melakukan pelayanan lebih banyak dari yang mampu dilakukan oleh seorang pelayan."