Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 5889 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ أَنَّهُ قَالَ: أَقْبَلْتُ أَقُولُ مَنْ يَصْطَرِفُ الدَّرَاهِمَ؟ فَقَالَ طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ وَهُوَ عِنْدَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنهما: أَرِنَا ذَهَبَكَ، ثُمَّ ائْتِنَا، إِذَا جَاءَ خَادِمُنَا، نُعْطِكَ وَرِقَكَ، فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: كَلَّا، وَاللهِ لَتُعْطِيَنَّهُ وَرِقَهُ، أَوْ لَتَرُدَّنَّ إِلَيْهِ ذَهَبَهُ، فَإِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْوَرِقُ بِالذَّهَبِ رِبًا، إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ، وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ رِبًا، إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ، وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ رِبًا، إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ، وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ رِبًا، إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ».
Terjemahan:
Malik bin Aus bin Al-Ḥadaṡān meriwayatkan, Aku datang dan mengatakan, "Siapa yang mau menukar dirham (perak)?" Ṭalḥah bin Ubaidillah yang sedang berada di samping Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, "Perlihatkan ke kami emasmu! Kemudian temuilah kami nanti ketika pelayan kami datang, kami akan berikan perakmu." Umar bin Al-Khaṭṭāb berkata, "Jangan, demi Allah! Pilihlah antara engkau berikan ia peraknya atau engkau kembalikan emasnya. Rasulullah ﷺ bersabda, 'Menukar perak dengan emas adalah riba kecuali keduanya tunai. Menukar gandum dengan gandum adalah riba kecuali keduanya tunai. Menukar jelai dengan jelai adalah riba kecuali keduanya tunai. Menukar kurma dengan kurma adalah riba kecuali keduanya tunai'."
Hikmah & Pelajaran
Jenis harta yang disebutkan dalam hadis ini ada enam: emas, perak, gandum (burr), jelai (sya'īr), dan kurma. Jika jual beli dilakukan pada jenis yang sama, maka harus terpenuhi dua syarat untuk menyatakannya sah, yaitu saling serah terima di majelis transaksi dan kesamaan dalam takaran. Misalnya, menukar emas dengan emas. Jika tidak terjadi kesamaan berat, hukumnya adalah riba faḍl. Adapun jika jenisnya berbeda, seperti menukar perak dengan gandum, maka hanya satu syarat untuk menyatakan transaksi itu sah, yaitu serah terima di majelis transaksi.
Majelis transaksi adalah tempat jual beli, baik dilakukan dalam keadaan duduk, berjalan ataupun berkendara. Sedangkan yang dimaksud dengan berpisah ialah yang dianggap berpisah menurut 'urf (budaya) di tengah masyarakat.
1- Larangan dalam hadis ini mencakup semua jenis emas yang sudah dibentuk dan lainnya, demikian juga semua jenis perak, baik yang sudah dibentuk atau belum dibentuk.
2- Mata uang di zaman ini juga disyaratkan padanya syarat jual beli emas dengan perak. Ketika Anda hendak menukar satu mata uang dengan mata uang lain, seperti Riyal dengan Dirham, dibolehkan berbeda sesuai kesepakatan kedua belah pihak, tetapi wajib serah terima di tempat jual beli. Jika tidak, jual beli tersebut batal dan transaksi itu menjadi riba yang diharamkan.
3- Transaksi riba hukumnya tidak boleh dan akadnya batal walaupun kedua belah pihak rida karena Islam melindungi hak individu dan masyarakat walaupun ia sendiri mengalah.
4- Kewajiban melarang dan mencegah kemungkaran bagi orang yang mampu melakukannya.
5- Menyebutkan dalil ketika mengingkari kemungkaran, sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu-.
Majelis transaksi adalah tempat jual beli, baik dilakukan dalam keadaan duduk, berjalan ataupun berkendara. Sedangkan yang dimaksud dengan berpisah ialah yang dianggap berpisah menurut 'urf (budaya) di tengah masyarakat.
1- Larangan dalam hadis ini mencakup semua jenis emas yang sudah dibentuk dan lainnya, demikian juga semua jenis perak, baik yang sudah dibentuk atau belum dibentuk.
2- Mata uang di zaman ini juga disyaratkan padanya syarat jual beli emas dengan perak. Ketika Anda hendak menukar satu mata uang dengan mata uang lain, seperti Riyal dengan Dirham, dibolehkan berbeda sesuai kesepakatan kedua belah pihak, tetapi wajib serah terima di tempat jual beli. Jika tidak, jual beli tersebut batal dan transaksi itu menjadi riba yang diharamkan.
3- Transaksi riba hukumnya tidak boleh dan akadnya batal walaupun kedua belah pihak rida karena Islam melindungi hak individu dan masyarakat walaupun ia sendiri mengalah.
4- Kewajiban melarang dan mencegah kemungkaran bagi orang yang mampu melakukannya.
5- Menyebutkan dalil ketika mengingkari kemungkaran, sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu-.