Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 5504 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا».
Terjemahan:
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Hendaknya kalian jujur karena kejujuran itu menuntun kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu mengantarkan ke surga. Seseorang akan selalu jujur dan berusaha untuk jujur sehinga dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Sebaliknya, jauhilah dusta karena dusta itu menjerumuskan kepada kedurhakaan dan sesungguhnya kedurhakaan itu menjerumuskan ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta dan berupaya untuk berdusta sampai dicatat di sisi Allah sebagai pendusta."
Hikmah & Pelajaran
1- Jujur adalah akhlak mulia yang dapat diperoleh melalui usaha dan ketekunan. Seseorang akan selalu berlaku jujur dan mengupayakannya hingga kejujuran itu menjadi karakter dan sifatnya, lalu ia ditulis di sisi Allah termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang sangat jujur dan berbuat baik.
2- Dusta adalah perangai tercela yang diperoleh seseorang lantaran membiasakannya dalam waktu lama serta mengupayakannya dalam perkataan dan perbuatan, hingga hal itu menjadi perangai dan karakternya, kemudian ia ditulis di sisi Allah Ta'ala termasuk ke dalam kelompok para pendusta.
3- Kejujuran itu mencakup kejujuran ucapan, dan itu kebalikan dusta. Ada juga jujur dalam niat, yaitu keikhlasan dan kejujuran dalam tekad terhadap kebaikan yang ia niatkan. Ada jujur dalam perbuatan, yang kadar minimalnya adalah keselarasan tindakan antara ketika sendiri dan ketika di hadapan publik. Juga jujur dalam ibadah hati; seperti jujur dalam hal takut, harap dan lainnya. Orang memiliki semua sifat itu, maka ia adalah ṣiddīq (orang sangat jujur). Adapun kalau memiliki sebagiannya, maka ia adalah ṣādiq (orang jujur).
2- Dusta adalah perangai tercela yang diperoleh seseorang lantaran membiasakannya dalam waktu lama serta mengupayakannya dalam perkataan dan perbuatan, hingga hal itu menjadi perangai dan karakternya, kemudian ia ditulis di sisi Allah Ta'ala termasuk ke dalam kelompok para pendusta.
3- Kejujuran itu mencakup kejujuran ucapan, dan itu kebalikan dusta. Ada juga jujur dalam niat, yaitu keikhlasan dan kejujuran dalam tekad terhadap kebaikan yang ia niatkan. Ada jujur dalam perbuatan, yang kadar minimalnya adalah keselarasan tindakan antara ketika sendiri dan ketika di hadapan publik. Juga jujur dalam ibadah hati; seperti jujur dalam hal takut, harap dan lainnya. Orang memiliki semua sifat itu, maka ia adalah ṣiddīq (orang sangat jujur). Adapun kalau memiliki sebagiannya, maka ia adalah ṣādiq (orang jujur).