Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 5497 | Sahih
HR. Muslim
عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ أَخِي بَنِي مُجَاشِعٍ رَضيَ اللهُ عنه قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ خَطِيبًا، فَقَالَ: وَسَاقَ الْحَدِيثَ وَفِيهِ: «وَإِنَّ اللهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ، وَلَا يَبْغِي أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ».
Terjemahan:
'Iyāḍ bin Ḥimār, saudara Bani Mujāsyi' -raḍiyallāhu 'anhu-, meriwayatkan: Suatu hari Rasulullah berdiri di tengah kami dalam rangka menyampaikan pidato -di dalamnya disebutkan-, "Sungguh, Allah telah mewahyukan kepadaku, 'Bersikap tawaduklah agar tidak ada yang saling sombong dan tidak ada yang saling menzalimi satu sama lain.'"
Hikmah & Pelajaran
1- Dalam hadis ini terdapat anjuran untuk bersikap tawaduk serta tidak sombong dan meninggikan diri atas orang lain.
2- Larangan berbuat zalim dan sombong.
3- Tawaduk memiliki dua makna. Pertama, tawaduk kepada agama Allah. Maksudnya, Anda tidak boleh menyombongkan diri di hadapan agama, tidak menolaknya maupun menolak menunaikan hukum-hukumnya. Kedua, tawaduk kepada hamba-hamba Allah karena Allah, bukan karena takut kepada mereka maupun karena mengharapkan apa yang ada pada mereka, tetapi karena Allah ﷻ.
2- Larangan berbuat zalim dan sombong.
3- Tawaduk memiliki dua makna. Pertama, tawaduk kepada agama Allah. Maksudnya, Anda tidak boleh menyombongkan diri di hadapan agama, tidak menolaknya maupun menolak menunaikan hukum-hukumnya. Kedua, tawaduk kepada hamba-hamba Allah karena Allah, bukan karena takut kepada mereka maupun karena mengharapkan apa yang ada pada mereka, tetapi karena Allah ﷻ.