Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 5488 | Sahih
HR. Muslim
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: كَانَ مِنْ دُعَاءِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ».
Terjemahan:
Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Di antara doa Rasulullah ﷺ ialah: "Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan dari-Mu, siksa-Mu yang tiba-tiba, dan semua murka-Mu."
Hikmah & Pelajaran
1- Kebergantungan Nabi ﷺ kepada Allah Ta'ala.
2- Doa perlindungan yang penuh berkah ini mengandung permintaan taufik untuk mensyukuri nikmat dan penjagaan dari terjerumus ke dalam kemaksiatan karena ia dapat menghilangkan nikmat.
3- Bersungguh-sungguh menjauhi sebab-sebab murka Allah Ta'ala.
4- Nabi ﷺ berlindung dari siksa Allah Ta'ala yang bersifat tiba-tiba karena apabila Allah membalas hamba maka Dia telah menimpakan kepadanya keburukan yang tidak mungkin ia tolak dan tidak mungkin ditolak dengan bantuan seluruh makhluk, sekalipun mereka semua bersatu.
5- Nabi ﷺ berlindung dari hilangnya keselamatan dari Allah ﷻ, hal itu karena ketika Allah memberinya keafiatan maka ia telah meraih kebaikan dunia dan akhirat, tetapi ketika itu beralih darinya maka ia telah ditimpa keburukan dunia dan akhirat karena keafiatan adalah sebab kebaikan agama dan dunia.
2- Doa perlindungan yang penuh berkah ini mengandung permintaan taufik untuk mensyukuri nikmat dan penjagaan dari terjerumus ke dalam kemaksiatan karena ia dapat menghilangkan nikmat.
3- Bersungguh-sungguh menjauhi sebab-sebab murka Allah Ta'ala.
4- Nabi ﷺ berlindung dari siksa Allah Ta'ala yang bersifat tiba-tiba karena apabila Allah membalas hamba maka Dia telah menimpakan kepadanya keburukan yang tidak mungkin ia tolak dan tidak mungkin ditolak dengan bantuan seluruh makhluk, sekalipun mereka semua bersatu.
5- Nabi ﷺ berlindung dari hilangnya keselamatan dari Allah ﷻ, hal itu karena ketika Allah memberinya keafiatan maka ia telah meraih kebaikan dunia dan akhirat, tetapi ketika itu beralih darinya maka ia telah ditimpa keburukan dunia dan akhirat karena keafiatan adalah sebab kebaikan agama dan dunia.