Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 5460 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمنين رَضيَ اللهُ عنها قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا» قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ النِّسَاءُ وَالرِّجَالُ جَمِيعًا يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا عَائِشَةُ، الْأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يَنْظُرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ».
Terjemahan:
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan tidak dikhitan." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, laki-laki dan perempuan semuanya, sebagian akan melihat (aurat) yang lain?" Beliau ﷺ bersabda, "Wahai Aisyah, perkaranya lebih dahsyat daripada mereka akan saling lihat satu sama lain."
Hikmah & Pelajaran
1- Menjelaskan dahsyatnya huru hara hari Kiamat, bahwa manusia hari itu tidak akan disibukkan oleh apa pun dari hisab dan amalnya.
2- Menegaskan bahwa manusia tidak akan jatuh dalam kemaksiatan kecuali dalam kondisi lalai. Padahal, jika ia menghadirkan keagungan Tuhan yang didurhakainya ataupun ingat siksa-Nya, maka ia tidak akan lalai dari berzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik walaupun sekejap mata. Oleh karena itu, Anda dapati penduduk mahsyar sibuk dengan urusan mereka sendiri, tidak saling melihat satu sama lain.
3- Tingginya sifat malu para wanita di zaman Rasulullah ﷺ. Lihatlah Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia bertanya karena merasa malu saat mendengar bahwa manusia akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, baik laki-laki maupun perempuan.
4- As-Sindi berkata, "Setiap orang akan sibuk dengan urusannya dan tidak tahu keadaan saudaranya. Allah Ta'ala berfirman, 'Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.' [QS. 'Abasa: 37] Sebab itu, tidak ada satu pun yang menoleh ke aurat yang lain."
5- Khitan bagi laki-laki adalah memotong kulit (kulup) yang menutupi kepala zakar, sedangkan pada wanita adalah memotong kulit di atas tempat penetrasi yang menyerupai jengger ayam.
2- Menegaskan bahwa manusia tidak akan jatuh dalam kemaksiatan kecuali dalam kondisi lalai. Padahal, jika ia menghadirkan keagungan Tuhan yang didurhakainya ataupun ingat siksa-Nya, maka ia tidak akan lalai dari berzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik walaupun sekejap mata. Oleh karena itu, Anda dapati penduduk mahsyar sibuk dengan urusan mereka sendiri, tidak saling melihat satu sama lain.
3- Tingginya sifat malu para wanita di zaman Rasulullah ﷺ. Lihatlah Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia bertanya karena merasa malu saat mendengar bahwa manusia akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, baik laki-laki maupun perempuan.
4- As-Sindi berkata, "Setiap orang akan sibuk dengan urusannya dan tidak tahu keadaan saudaranya. Allah Ta'ala berfirman, 'Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.' [QS. 'Abasa: 37] Sebab itu, tidak ada satu pun yang menoleh ke aurat yang lain."
5- Khitan bagi laki-laki adalah memotong kulit (kulup) yang menutupi kepala zakar, sedangkan pada wanita adalah memotong kulit di atas tempat penetrasi yang menyerupai jengger ayam.