Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 5456 | Hasan
HR. Tirmizi
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً».
Terjemahan:
Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah -Tabāraka wa Ta'ālā- berfirman, 'Wahai anak Adam! Selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni semua dosamu yang telah kamu lakukan, sedang Aku tidak peduli. Wahai anak Adam! Jika dosamu setinggi langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni, sedang Aku tidak peduli. Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikit pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula.'"
Hikmah & Pelajaran
1- Luasnya rahmat Allah Ta'ala serta ampunan dan karunia-Nya.
2- Keutamaan tauhid; bahwa Allah mengampuni seluruh dosa dan kemaksiatan bagi orang yang bertauhid.
3- Bahaya kesyirikan; yaitu Allah tidak memberi pengampunan bagi orang yang melakukan kesyirikan.
4- Ibnu Rajab berkata, "Hadis ini berisikan tiga sebab untuk mendapatkan pengampunan dosa.
- Pertama: doa disertai harap
- Kedua: memohon ampun dan tobat
- Ketiga, mati di atas tauhid."
5- Hadis ini termasuk yang diriwayatkan oleh Nabi ﷺ dari Allah. Hadis seperti ini disebut hadis qudsi atau hadis ilahi, yaitu hadis yang lafal dan maknanya berasal dari Allah, tetapi ia tidak memiliki keistimewaan-keistimewaan Al-Qur`ān yang membedakannya dari yang lain, seperti beribadah dengan membacanya, bersuci sebelum memegangnya, kemukjizatannya, dan lain sebagainya.
6- Dosa terbagi menjadi tiga macam.
- Pertama: Kesyirikan kepada Allah. Dosa ini tidak diampuni oleh Allah. Allah ﷻ berfirman, "Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh Allah mengharamkan surga baginya."
- Kedua: Kezaliman seorang hamba terhadap dirinya. Ini adalah dosa-dosa dan kemaksiatan antara dirinya dengan Tuhannya. Dosa ini akan diampuni dan akan dilewatkan oleh Allah ﷻ jika Dia menghendakinya.
- Ketiga: Dosa yang tidak akan dibiarkan oleh Allah sedikit pun; yaitu kezaliman hamba di antara mereka. Dosa ini pasti akan dikisas.
2- Keutamaan tauhid; bahwa Allah mengampuni seluruh dosa dan kemaksiatan bagi orang yang bertauhid.
3- Bahaya kesyirikan; yaitu Allah tidak memberi pengampunan bagi orang yang melakukan kesyirikan.
4- Ibnu Rajab berkata, "Hadis ini berisikan tiga sebab untuk mendapatkan pengampunan dosa.
- Pertama: doa disertai harap
- Kedua: memohon ampun dan tobat
- Ketiga, mati di atas tauhid."
5- Hadis ini termasuk yang diriwayatkan oleh Nabi ﷺ dari Allah. Hadis seperti ini disebut hadis qudsi atau hadis ilahi, yaitu hadis yang lafal dan maknanya berasal dari Allah, tetapi ia tidak memiliki keistimewaan-keistimewaan Al-Qur`ān yang membedakannya dari yang lain, seperti beribadah dengan membacanya, bersuci sebelum memegangnya, kemukjizatannya, dan lain sebagainya.
6- Dosa terbagi menjadi tiga macam.
- Pertama: Kesyirikan kepada Allah. Dosa ini tidak diampuni oleh Allah. Allah ﷻ berfirman, "Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh Allah mengharamkan surga baginya."
- Kedua: Kezaliman seorang hamba terhadap dirinya. Ini adalah dosa-dosa dan kemaksiatan antara dirinya dengan Tuhannya. Dosa ini akan diampuni dan akan dilewatkan oleh Allah ﷻ jika Dia menghendakinya.
- Ketiga: Dosa yang tidak akan dibiarkan oleh Allah sedikit pun; yaitu kezaliman hamba di antara mereka. Dosa ini pasti akan dikisas.