Ensiklopedia Hadis

Detail Hadis

Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran

ID: 5403 | Sahih
رواه الترمذي والنسائي في الكبرى وأحمد
عَنِ الحُسَينِ بنِ عَلِيٍّ بنِ أَبِي طَالِبٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ».
Terjemahan:
Ḥusain bin Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang bakhil itu adalah orang yang namaku disebutkan padanya namun ia tidak berselawat kepadaku."
Hikmah & Pelajaran
1- Tidak berselawat kepada Nabi ﷺ merupakan tanda pelit.
2- Selawat kepada Nabi ﷺ termasuk ibadah dan ketaatan paling utama di semua waktu, dan lebih ditekankan saat beliau disebutkan.
3- An-Nawawiy berkata, "Ketika berselawat kepada Nabi ﷺ, hendaknya digabungkan antara selawat dan salam, tidak membatasi diri dengan salah satunya. Sebab itu, jangan mengatakan, 'Ṣallallāhu 'alaih' saja, ataupun ''Alaihissalām' saja."
4- Abul-'Āliyah menafsirkan firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi", beliau mengatakan, "Selawat Allah ﷻ kepada Nabi-Nya ialah pujian kepadanya, sedangkan selawat dari para malaikat dan manusia ialah doa."
5- Al-Ḥulaimiy berkata, "Makna ungkapan 'Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad' adalah: Ya Allah, agungkan ia di dunia dengan meninggikan penyebutan namanya, memenangkan agamanya, dan mengekalkan syariatnya. Juga di akhirat dengan memberikannya syafaat pada umatnya, melimpahkan pahala dan ganjarannya, memperlihatkan keutamaannya pada orang terdahulu hingga orang terakhir dengan al-maqām al-maḥmūd (kedudukan terpuji), dan mengedepankannya atas semua hamba-hamba yang didekatkan yang menjadi saksi."

Jelajahi Fitur Lainnya