Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 4503 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَرَأَى زِحَامًا وَرَجُلًا قَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ، فَقَالَ: «مَا هَذَا؟»، فَقَالُوا: صَائِمٌ، فَقَالَ: «لَيْسَ مِنَ البِرِّ الصَّوْمُ فِي السَّفَرِ»، وَفِي لَفْظٍ لِمُسلِمٍ: «عَلَيْكُمْ بِرُخْصَةِ اللهِ الَّذِي رَخَّصَ لَكُمْ».
Terjemahan:
Jābir bin Abdullah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ sedang dalam sebuah safar, lalu beliau melihat kerumunan serta seorang laki-laki yang sedang dipayungi. Beliau bertanya, "Ada apa ini?" Mereka menjawab, "Seorang yang berpuasa." Maka beliau bersabda, "Bukanlah suatu kebajikan berpuasa saat safar." Dalam redaksi Muslim: "Ambillah rukhsah (keringanan) dari Allah yang diberikan kepada kalian."
Hikmah & Pelajaran
1- Penjelasan kemudahan syariat Islam.
2- Boleh berpuasa ketika safar serta boleh mengambil keringanan dengan cara berbuka (tidak berpuasa).
3- Berpuasa saat safar hukumnya menjadi makruh jika puasa itu menyulitkannya, bahkan menjadi haram ketika dapat menyebabkan kematian.
4- An-Nawawi berkata, "Bukanlah suatu kebajikan ketika kalian berpuasa saat safar; maksudnya, apabila puasa itu sangat memberatkan kalian dan kalian takut berbahaya. Konteks hadis ini mengarah kepada penafsiran tersebut."
5- Perhatian Nabi ﷺ kepada para sahabatnya serta menanyakan kondisi mereka.
2- Boleh berpuasa ketika safar serta boleh mengambil keringanan dengan cara berbuka (tidak berpuasa).
3- Berpuasa saat safar hukumnya menjadi makruh jika puasa itu menyulitkannya, bahkan menjadi haram ketika dapat menyebabkan kematian.
4- An-Nawawi berkata, "Bukanlah suatu kebajikan ketika kalian berpuasa saat safar; maksudnya, apabila puasa itu sangat memberatkan kalian dan kalian takut berbahaya. Konteks hadis ini mengarah kepada penafsiran tersebut."
5- Perhatian Nabi ﷺ kepada para sahabatnya serta menanyakan kondisi mereka.