Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 4233 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضيَ اللهُ عنه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنَ الهُدَى وَالعِلْمِ كَمَثَلِ الغَيْثِ الكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ، قَبِلَتِ المَاءَ، فَأَنْبَتَتِ الكَلَأَ وَالعُشْبَ الكَثِيرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ، أَمْسَكَتِ المَاءَ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ، فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً وَلاَ تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ».
Terjemahan:
Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya bagaikan hujan deras yang membasahi tanah. Sebagian jenis tanah ada yang baik dan menyerap air lalu menumbuhkan rerumputan dan tumbuhan yang banyak. Sebagian ada yang keras dan menahan air, maka Allah menjadikannya bermanfaat bagi manusia, yaitu mereka bisa minum, melakukan pengairan, dan bercocok tanam. Sedang sebagian yang lain adalah tanah gersang yang tidak bisa menahan air dan tidak pula menumbuhkan tanaman. Demikianlah perumpamaan orang yang paham agama Allah dan mendapat manfaat dari apa yang Allah mengutusku dengannya, yaitu dia belajar lalu mengajarkan ilmunya. Demikian pula perumpamaan orang yang tidak peduli dan yang tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus."
Hikmah & Pelajaran
1- Menjelaskan keutamaan menuntut ilmu dan mengajarkannya serta larangan dari berpaling dari keduanya.
2- Membuat permisalan-permisalan demi mendekatkan perkara-perkara abstrak kepada manusia.
3- Al-Qurṭubi berkata, "Sebagaimana hujan menghidupkan negeri yang mati, demikian halnya ilmu agama akan menghidupkan hati yang mati. Kemudian beliau memisalkan orang yang mendengarnya dengan aneka macam tanah tempat turunnya hujan."
4- Manusia terbagi menjadi beberapa tingkatan dalam hal mengambil ilmu agama.
2- Membuat permisalan-permisalan demi mendekatkan perkara-perkara abstrak kepada manusia.
3- Al-Qurṭubi berkata, "Sebagaimana hujan menghidupkan negeri yang mati, demikian halnya ilmu agama akan menghidupkan hati yang mati. Kemudian beliau memisalkan orang yang mendengarnya dengan aneka macam tanah tempat turunnya hujan."
4- Manusia terbagi menjadi beberapa tingkatan dalam hal mengambil ilmu agama.