Ensiklopedia Hadis

Detail Hadis

Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran

ID: 4177 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ، مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ»، ولفظ مسلم: «مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ، وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ».
Terjemahan:
Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dengan orang yang tidak mengingat-Nya, seperti perbandingan orang hidup dengan orang mati." Dalam redaksi Muslim disebutkan: "Perumpamaan rumah yang di dalamnya ada zikir kepada Allah dan rumah yang di dalamnya tidak ada zikir kepada Allah, seperti perbandingan orang yang hidup dengan orang yang mati."
Hikmah & Pelajaran
1- Motivasi untuk berzikir kepada Allah dan peringatan dari melalaikannya.
2- Zikir adalah sumber kehidupan roh, sebagaimana roh adalah sumber kehidupan badan.
3- Di antara petunjuk Nabi ﷺ ialah membuat perumpamaan agar membuat sesuatu yang abstrak lebih mudah dipahami.
4- An-Nawawiy berkata, "Di dalamnya terkandung anjuran untuk berzikir kepada Allah Ta'ala di rumah dan agar tidak dikosongkan dari zikir."
5- An-Nawawiy berkata, "Di dalamnya terkandung pelajaran bahwa panjang umur dalam ketaatan adalah sebuah keutamaan, meskipun dia mati, maka dia sedang berpindah menuju kebaikan. Hal itu karena orang yang hidup akan menyusul dan menambahnya dengan sebab ketaatan yang dikerjakannya."

Jelajahi Fitur Lainnya