Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 3449 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ، فَقُلْتُ: مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِي الصَّوْمَ، وَلَا تَقْضِي الصَّلَاةَ؟ فَقَالَتْ: أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ؟ قُلْتُ: لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ، وَلَكِنِّي أَسْأَلُ. قَالَتْ: كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ، فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ، وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ.
Terjemahan:
Mu'āżah berkata, Aku bertanya kepada Aisyah, "Mengapa wanita haid harus mengqada puasa dan tidak mengqada salat?" Aisyah bertanya, "Apakah engkau wanita Ḥarūriyyah (Khawarij)?" Aku menjawab, "Aku bukan wanita Ḥarūriyyah. Tetapi, aku hanya bertanya." Ia berkata, "Dulu kami juga mengalaminya. Kami diperintahkan untuk mengqada puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqada salat."
Hikmah & Pelajaran
1- Mengingkari setiap orang yang bertanya dengan tujuan menolak atau mendebat.
2- Al-Ḥarūriyyah adalah sebutan bagi kelompok yang dinisbahkan kepada sebuah daerah di dekat Kufah bernama Ḥarūrā’. Mereka merupakan salah satu golongan dari kaum Khawarij. Aisyah menyamakan penanya dengan kelompok tersebut karena sikap keras mereka dalam urusan, banyaknya pertanyaan, serta sikap keras kepala di dalamnya.
3- Penjelasan seorang guru kepada orang yang datang untuk belajar dan meminta bimbingan.
4- Menjawab dengan teks dalil lebih utama, karena Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- tidak menyinggung makna yang ditanyakan oleh si penanya. Hal itu karena jawaban berdasarkan dalil lebih menutup ruang bantahan.
5- Tunduk kepada keputusan Allah dan Rasulullah ﷺ sekalipun kita tidak tahu hikmahnya.
6- An-Nawawi berkata, "Makna perkataan Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- yaitu sekelompok orang Khawarij mewajibkan wanita haid untuk mengqada salat yang terlewatkan di masa haid, dan itu menyelisihi ijmak kaum muslimin. Pertanyaan yang ditanyakan oleh Aisyah merupakan pertanyaan pengingkaran. Maksudnya: ini adalah prinsip kelompok Harūriyyah, dan itu adalah seburuk-buruk prinsip."
2- Al-Ḥarūriyyah adalah sebutan bagi kelompok yang dinisbahkan kepada sebuah daerah di dekat Kufah bernama Ḥarūrā’. Mereka merupakan salah satu golongan dari kaum Khawarij. Aisyah menyamakan penanya dengan kelompok tersebut karena sikap keras mereka dalam urusan, banyaknya pertanyaan, serta sikap keras kepala di dalamnya.
3- Penjelasan seorang guru kepada orang yang datang untuk belajar dan meminta bimbingan.
4- Menjawab dengan teks dalil lebih utama, karena Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- tidak menyinggung makna yang ditanyakan oleh si penanya. Hal itu karena jawaban berdasarkan dalil lebih menutup ruang bantahan.
5- Tunduk kepada keputusan Allah dan Rasulullah ﷺ sekalipun kita tidak tahu hikmahnya.
6- An-Nawawi berkata, "Makna perkataan Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- yaitu sekelompok orang Khawarij mewajibkan wanita haid untuk mengqada salat yang terlewatkan di masa haid, dan itu menyelisihi ijmak kaum muslimin. Pertanyaan yang ditanyakan oleh Aisyah merupakan pertanyaan pengingkaran. Maksudnya: ini adalah prinsip kelompok Harūriyyah, dan itu adalah seburuk-buruk prinsip."