Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 3153 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَدَّ حَيَاءً مِنَ العَذْرَاءِ فِي خِدْرِهَا، فَإِذَا رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ عَرَفْنَاهُ فِي وَجْهِهِ.
Terjemahan:
Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Nabi ﷺ lebih pemalu daripada gadis yang masih di tempat pingitannya. Apabila beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, kami mengetahui hal itu di muka beliau."
Hikmah & Pelajaran
1- Menjelaskan sifat malu yang dimiliki oleh Nabi ﷺ, dan itu merupakan akhluk agung.
2- Sifat malu Nabi ﷺ ini terjadi selama larangan-larangan Allah tidak dilanggar. Apabila larangan Allah dilanggar, beliau ﷺ akan marah dan memerintahkan sahabat-sahabatnya serta melarang mereka.
3- Anjuran untuk berperangai dengan sifat malu karena sifat malu dapat membawa seseorang untuk mengerjakan yang baik dan meninggalkan yang buruk.
2- Sifat malu Nabi ﷺ ini terjadi selama larangan-larangan Allah tidak dilanggar. Apabila larangan Allah dilanggar, beliau ﷺ akan marah dan memerintahkan sahabat-sahabatnya serta melarang mereka.
3- Anjuran untuk berperangai dengan sifat malu karena sifat malu dapat membawa seseorang untuk mengerjakan yang baik dan meninggalkan yang buruk.