Ensiklopedia Hadis

Detail Hadis

Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran

ID: 10887 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المؤمنين رضي الله عنها: أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ ذَكَرَتْ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَنِيسَةً رَأَتْهَا بِأَرْضِ الْحَبَشَةِ، يُقَالُ لَهَا مَارِيَةُ، فَذَكَرَتْ لَهُ مَا رَأَتْ فِيهَا مِنَ الصُّوَرِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أُولَئِكَ قَوْمٌ إِذَا مَاتَ فِيهِمُ الْعَبْدُ الصَّالِحُ، أَوِ الرَّجُلُ الصَّالِحُ، بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا، وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ، أُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللهِ».
Terjemahan:
Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Ummu Salamah menyebutkan kepada Rasulullah ﷺ sebuah gereja yang dilihatnya di negeri Ḥabasyah yang dinamakan Mariyah. Ia menuturkan kepada beliau gambar-gambar yang disaksikannya di dalam gereja tersebut. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Mereka itu kaum yang apabila seorang hamba yang saleh atau orang yang saleh di kalangan mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburnya dan membuat gambar itu di dalamnya. Mereka adalah sejelek-jelak makhluk di sisi Allah."
Hikmah & Pelajaran
1- Pengharaman membangun masjid di atas kuburan, salat di sisinya, atau mengubur orang yang meninggal di dalam masjid, sebagai bentuk menutup media kesyirikan.
2- Membangun masjid di atas kubur dan memasang gambar di dalamnya adalah perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani, dan orang yang melakukan itu berarti telah menyerupai mereka.
3- Pengharaman membuat gambar bernyawa.
4- Orang yang membangun masjid di atas kubur dan membuat gambar di dalamnya adalah seburuk-buruk makhluk Allah Ta'ala.
5- Penjagaan sempurna yang dilakukan oleh syariat terhadap tauhid dengan menutup semua wasilah yang dapat mengantar kepada kesyirikan.
6- Larangan sikap guluw (berlebihan) pada orang-orang saleh karena menjadi sebab terjerumus dalam kesyirikan.

Jelajahi Fitur Lainnya