Ensiklopedia Hadis

Detail Hadis

Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran

ID: 10883 | Sahih
HR. Bukhari
عَن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي صَلاَتِهِمْ»، فَاشْتَدَّ قَوْلُهُ فِي ذَلِكَ، حَتَّى قَالَ: «لَيَنْتَهُنَّ عَنْ ذَلِكَ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ».
Terjemahan:
Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Kenapa ada orang-orang yang mengangkat penglihatannya ke arah langit dalam salat mereka?" Lalu peringatan beliau bertambah keras sampai-sampai beliau bersabda, 'Hendaklah mereka berhenti melakukannya, karena kalau tidak, niscaya akan tersambar pengelihatannya (sehingga menjadi buta)!'"
Hikmah & Pelajaran
1- Keindahan dakwah Nabi ﷺ dan penjelasan beliau terhadap kebenaran, yaitu beliau tidak mengungkap siapa yang melakukan kesalahan karena yang menjadi tujuan adalah menerangkan kebenaran dan itu telah terwujud. Juga, karena cara tersebut menutupi orang yang bersalah dan lebih mudah untuk diterima.
2- Larangan tegas dan ancaman keras terhadap orang yang melihat ke atas ketika salat.
3- Disebutkan dalam 'Aunul-Ma'būd: "Ilat larangan tersebut adalah ketika ia mengangkat pandangan ke atas maka ia telah keluar dari wibawa kiblat serta telah berpaling dari kiblat dan posisi salat."
4- Mengangkat pandangan ke atas berlawanan dengan khusyuk dalam salat.
5- Agungnya kedudukan salat, dan orang yang mengerjakan salat wajib dalam keadaan beradab yang sempurna terhadap Allah ﷻ.

Jelajahi Fitur Lainnya