Ensiklopedia Hadis
Detail Hadis
Teks Arab, terjemahan, dan hikmah pelajaran
ID: 10098 | Sahih
Muttafaq 'alaihi
عن أنس بن مالك رضي الله عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمُعَاذٌ رَدِيفُهُ عَلَى الرَّحْلِ قَالَ: «يَا مُعَاذُ بْنَ جَبَلٍ»، قَالَ: لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللهِ وَسَعْدَيْكَ، قَالَ: «يَا مُعَاذُ»، قَالَ: لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللهِ وَسَعْدَيْكَ، ثَلَاثًا، قَالَ: «مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ»، قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا أُخْبِرُ بِهِ النَّاسَ فَيَسْتَبْشِرُوا؟ قَالَ: «إِذًا يَتَّكِلُوا». وَأَخْبَرَ بِهَا مُعَاذٌ عِنْدَ مَوْتِهِ تَأَثُّمًا.
Terjemahan:
Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ pernah membonceng Mu'āż di atas kendaraan seraya bersabda, "Wahai Mu'āż bin Jabal!" Dia menjawab, "Labbaika wa sa'daik (Aku sambut panggilanmu dengan senang hati), wahai Rasulullah!" Hal itu berulang tiga kali. Beliau bersabda, "Tidak seorang pun yang bersaksi lā ilāha illallāh dan muḥammad rasūlullāh dengan jujur dari hatinya kecuali Allah haramkan atasnya api neraka." Mu'āż berkata, "Wahai Rasulullah, tidakkah hal ini aku kabarkan kepada orang-orang agar mereka bahagia?!" Beliau bersabda, "Jika demikian, mereka akan pasrah." Akan tetapi, Mu'āż menyampaikannya menjelang meninggal dunia karena takut dosa.
Hikmah & Pelajaran
1- Ketawadukan Nabi ﷺ dengan membonceng Mu'āż di atas hewan kendaraan beliau.
2- Metode pengajaran Nabi ﷺ, yaitu beliau mengulang-ulang memanggil Mu'āż untuk menarik perhatiannya terhadap apa yang akan beliau sampaikan.
3- Di antara syarat persaksian lā ilāha illallāh muḥammad rasūlullāh ialah orang yang mengucapkannya harus jujur dan yakin, tidak berdusta ataupun ragu.
4- Orang-orang yang bertauhid tidak kekal di dalam neraka Jahanam. Seandainya mereka masuk ke dalam neraka karena dosa mereka, mereka tetap akan dikeluarkan setelah dibersihkan dari dosa.
5- Keutamaan dua kalimat syahadat bagi orang yang mengucapkannya dengan jujur.
6- Boleh tidak menyampaikan sebuah hadis di sebagian keadaan jika akan melahirkan suatu mafsadat.
2- Metode pengajaran Nabi ﷺ, yaitu beliau mengulang-ulang memanggil Mu'āż untuk menarik perhatiannya terhadap apa yang akan beliau sampaikan.
3- Di antara syarat persaksian lā ilāha illallāh muḥammad rasūlullāh ialah orang yang mengucapkannya harus jujur dan yakin, tidak berdusta ataupun ragu.
4- Orang-orang yang bertauhid tidak kekal di dalam neraka Jahanam. Seandainya mereka masuk ke dalam neraka karena dosa mereka, mereka tetap akan dikeluarkan setelah dibersihkan dari dosa.
5- Keutamaan dua kalimat syahadat bagi orang yang mengucapkannya dengan jujur.
6- Boleh tidak menyampaikan sebuah hadis di sebagian keadaan jika akan melahirkan suatu mafsadat.