Ciri-ciri Warna AYAM ADUAN Menurut Primbon Jawa yang Tidak Baik dan Selalu Kalah

Ayam Jago yang Tidak Baik untuk Diadu Menurut PRIMBON JAWA

Ayam jago adalah ayam yang berjenis kelamin jantan. Ayam jago sering digunakan sebagai hewan aduan, namanya sabung ayam atau laga ayam.

Permainan adu ayam atau sabung ayam hampir selalu disertai dengan taruhan, pemilik ayam jago yang menang akan mendapatkan uang atau benda lainnya sebagai barang taruhannya.

--ads4--

Untuk menjadi pemenang, pemilik harus benar-benar lihai dalam memilih ayam dan merawatnya.

--mgid--

Tidak semua jenis ayam jago baik untuk dilaga atau di adu, banyak terjadi ayam jago yang kelihatannya bagus dan kuat ternyata keok saat berlaga.

Buat para pehoby sabung ayam dituntut untuk memiliki keahlian khusus untuk melihat ayam jago yang bagus dan yang tidak bagus untuk dijadikan ayam aduan.

Menurut sejarahnya, permainan sabung ayam sudah dimainkan oleh masyarakat Jawa sejak dahulu kala, yakni sejak jaman kerajaan Demak.

Menurut primbon jawa kuno, tanda-tanda ayam jago yang baik dan tidak baik untuk aduan bisa diketahui dari penampakan fisiknya.

Berikut ini ciri-ciri ayam jago yang tidak baik dan selalu kalah jika diadu dan membuat susah yang memelihara menurut primbon jawa ;

1. Wiring kuning, jengger telon, kepala kecil, mata merah, warna kaki kuning dan ekor putih.

2. Blorok merah, jengger lombok, kepala kecil, mata merah dan taji kuning.

Ciri-ciri di atas adalah ciri-ciri ayam jago yang selalu kalah jika diadu/disabung, maka hindari menyabung ayam jago dengan ciri-ciri tersebut jika tidak ingin kalah.

--ads--
--ads--
--mgid bottom--