Dalam Primbon Jawa, gempa bumi tidak hanya dipandang sebagai peristiwa alam semata, tetapi juga memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kondisi sosial, alam, dan kehidupan masyarakat. Penafsiran ini merupakan bagian dari ilmu titen, yaitu ilmu pengamatan yang diwariskan secara turun-temurun.
Makna gempa bumi dipercaya berbeda-beda tergantung pada bulan terjadinya serta apakah gempa tersebut terjadi pada siang atau malam hari. Berikut penjelasan lengkapnya:
Makna Gempa Bumi Berdasarkan Bulan dan Waktu Kejadian
-
Bulan Sura
Jika gempa terjadi pada siang hari, dipercaya akan banyak muncul penyakit dan keadaan hidup terasa prihatin. Apabila terjadi pada malam hari, harga makanan menjadi mahal. -
Bulan Sapar
Gempa pada siang hari menandakan banyak orang berpindah tempat tinggal. Jika terjadi pada malam hari, kehidupan masyarakat terasa lebih senang dan binatang ternak tercukupi makanannya. -
Bulan Rabiul Awal
Gempa pada siang hari dipercaya memicu banyak fitnah dan perselisihan antar manusia. Jika terjadi pada malam hari, akan turun banyak hujan disertai angin. -
Bulan Rabiul Akhir
Gempa di siang hari menandakan banyak perselisihan dan kematian. Namun jika terjadi pada malam hari, dipercaya akan muncul angin taufan dan hujan deras, sekaligus banyak orang merasakan kenikmatan hidup. -
Bulan Jumadil Awal
Jika gempa terjadi pada siang hari, masyarakat desa banyak yang berselisih, saling memfitnah, dan melakukan kejahatan. Apabila terjadi pada malam hari, musim kemarau akan berlangsung panjang, cuaca terasa panas, dan banyak buah-buahan berguguran. -
Bulan Jumadil Akhir
Gempa di siang hari menandakan kemarau panjang dan meningkatnya perbuatan maksiat. Jika terjadi pada malam hari, banyak orang merasakan ketenteraman dan ketenangan batin. -
Bulan Rejeb
Jika gempa terjadi pada siang hari, banyak binatang terserang penyakit. Apabila terjadi pada malam hari, di desa muncul banyak orang jahat dan banyak penduduk yang berpindah tempat tinggal. -
Bulan Ruwah
Gempa pada siang hari dipercaya menyebabkan harga makanan mahal dan merebaknya penyakit. Jika terjadi pada malam hari, harga pakaian dan makanan menjadi murah serta banyak orang bersuka cita. -
Bulan Puasa (Ramadan)
Gempa di siang hari menandakan pertengkaran di kalangan masyarakat desa. Jika terjadi pada malam hari, banyak penduduk desa yang berpindah tempat tinggal. -
Bulan Sawal
Jika gempa terjadi pada siang hari, masyarakat desa berada dalam keadaan prihatin. Apabila terjadi pada malam hari, banyak pertengkaran dan banyak orang yang enggan menaati perintah atau aturan. -
Bulan Dzulkaidah
Gempa pada siang hari menandakan banyak keluhan dari orang tua, perselisihan di kalangan orang besar, serta banyak anak yang melupakan orang tuanya. Jika terjadi pada malam hari, banyak orang meninggal dunia dan ada yang berpindah ke luar negeri. -
Bulan Besar (Dzulhijjah)
Gempa pada siang hari dipercaya membawa banyak penyakit dan penderitaan. Namun jika terjadi pada malam hari, akan turun banyak hujan dan kehidupan masyarakat berada dalam keadaan selamat serta bahagia.
Penutup
Makna gempa bumi dalam Primbon Jawa merupakan bagian dari warisan budaya yang memandang peristiwa alam sebagai pengingat bagi manusia untuk menjaga keseimbangan hidup, hubungan sosial, dan kedekatan dengan Tuhan. Penafsiran ini bersifat tradisional dan simbolis, sehingga sebaiknya dipahami sebagai kearifan lokal, bukan sebagai kepastian mutlak.