Dalam primbon Jawa, besi bertuah atau keris yang disebut wesi aji dipercaya memiliki watak atau pengaruh tertentu terhadap pemiliknya. Watak ini dapat diketahui melalui perhitungan sederhana berdasarkan ukuran fisik keris.
Cara Menghitung Watak Keris
Panjang keris dihitung menggunakan lebar ibu jari tangan sebagai satuan ukur. Hasil hitungan tersebut kemudian dicocokkan dengan urutan perhitungan berikut: Siti, Sengkali, Arjuna mangan ati, Randha tunggu donya, dan Dhandhang tunggu nyawa.
Nama yang menjadi hasil akhir dari perhitungan inilah yang menunjukkan watak atau pengaruh keris tersebut terhadap pemiliknya.
1. Siti
Keris dengan hasil Siti memiliki watak sebagai pelindung. Pemiliknya dipercaya berhati lapang, mudah memberi maaf, serta mampu menunjukkan kebijaksanaan dalam bersikap.
2. Sengkali
Wataknya suka memberi dan murah tangan. Namun demikian, jika pemiliknya sedang marah, pengaruh keris ini dipercaya dapat menjadi berbahaya dan sulit dikendalikan.
3. Arjuna Mangan Ati
Keris ini dipercaya memiliki watak keras hati. Pemiliknya cenderung mudah marah, tegas, dan sulit mengalah dalam menghadapi suatu persoalan.
4. Randha Tunggu Donya
Wataknya berkaitan dengan kecukupan rezeki. Pemilik keris ini dipercaya tidak kekurangan dalam urusan materi, hidup sederhana, dan mampu mencukupi kebutuhannya.
5. Dhandhang Tunggu Nyawa
Keris dengan watak ini dipercaya membawa pengaruh berat. Pemiliknya berpotensi mengalami kesusahan atau penderitaan dalam hidup apabila tidak mampu mengendalikan diri dan menjaga keseimbangan batin.
Penutup
Perhitungan watak besi bertuah atau keris ini merupakan bagian dari kearifan lokal Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Makna yang terkandung di dalamnya tidak dimaksudkan sebagai penentu mutlak, melainkan sebagai pengingat agar pemilik keris senantiasa menjaga sikap, niat, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.