Primbon ini berisi tuntunan batin agar keinginan atau hajat seseorang dapat tercapai. Setiap hari memiliki aturan yang berbeda, meliputi arah keberuntungan, simbol alam, waktu yang perlu dihindari, doa yang dibaca, serta laku atau pantangan yang harus dijalani sebagai bentuk kesungguhan niat.
Ahad
Pada hari Ahad, arah keberuntungan berada di timur laut. Simbol alamnya adalah matahari dan binatang kelabang. Waktu yang sebaiknya dihindari adalah malam hari, dengan posisi naga berada di utara.
Doa yang dibaca adalah “yachyu-yachayumu” sebanyak 500 kali. Pantangannya adalah tidak makan sirih selama satu hari satu malam.
Senin
Pada hari Senin, arah keberuntungan berada di barat laut. Jalannya diibaratkan bintang dengan simbol binatang cacing. Waktu naas berada pada tengah malam, dan naga berada di selatan.
Doa yang dibaca adalah “yarochmanu-yarochimu” sebanyak 400 kali. Pantangannya adalah tidak makan ikan selama satu hari satu malam.
Selasa
Pada hari Selasa, arah keberuntungan berada di barat daya. Jalannya diibaratkan rembulan dengan simbol binatang katak. Waktu naas berada pada pagi hari, dengan naga di timur laut.
Doa yang dibaca adalah “yamaliku-yakudusu” sebanyak 300 kali. Pantangannya adalah berpuasa satu hari satu malam.
Rabu
Pada hari Rabu, arah keberuntungan berada di barat. Jalannya diibaratkan bumi dengan simbol binatang kerbau. Waktu naas berada pada tengah hari sekitar pukul 12.00, dan naga berada di barat laut.
Doa yang dibaca adalah “yakabiru-yamuntoha” sebanyak 700 kali. Pantangannya adalah tidak mengonsumsi garam selama satu hari satu malam.
Kamis
Pada hari Kamis, arah keberuntungan berada di tenggara. Jalannya diibaratkan api dengan simbol binatang mimi. Waktu naas berada pada pagi hari antara pukul 08.00 hingga 10.00, dan naga berada di barat daya.
Doa yang dibaca adalah “yangalimu-yangakimu” sebanyak 800 kali. Pantangannya adalah tidak minum apa pun selama satu hari satu malam.
Jumat
Pada hari Jumat, arah keberuntungan berada di tengah ke arah utara. Jalannya diibaratkan air dengan simbol binatang udang. Waktu naas berada pada waktu ashar, dan naga berada di barat.
Doa yang dibaca adalah “yakapti-yamuhni” sebanyak 600 kali. Pantangannya adalah tidak makan nasi selama satu hari satu malam.
Sabtu
Pada hari Sabtu, arah keberuntungan berada di selatan. Jalannya diibaratkan angin dengan simbol binatang menco. Waktu naas berada pada sore hari antara pukul 16.00 hingga 18.00, dan naga berada di timur.
Doa yang dibaca adalah “yarapu-yapatangu” sebanyak 900 kali. Pantangannya adalah tidak tidur selama satu hari satu malam.
Kesimpulan
Tuntunan ini merupakan laku batin dalam tradisi Jawa yang menekankan niat, pengendalian diri, dan kesungguhan usaha. Doa dan pantangan dijalankan sebagai sarana mendisiplinkan diri agar keinginan yang diharapkan dapat tercapai dengan baik.