Dalam perhitungan Primbon Jawa , selain dikenal hari yang kurang baik untuk bepergian, terdapat pula beberapa hari yang dianggap sangat tidak baik atau sangat dihindari untuk melakukan perjalanan . Hari-hari ini dipercaya memiliki pengaruh kurang selaras terhadap keselamatan, kelancaran, dan keberhasilan tujuan perjalanan.
Kepercayaan ini berasal dari perhitungan hari dan pasaran dalam kalender Jawa yang merupakan bagian dari sistem penanggalan yang disusun sejak masa Sultan Agung, yang menggabungkan unsur kalender Jawa kuno, Saka, dan Hijriyah.
Dalam tradisi primbon, hari yang tidak baik untuk bepergian biasanya disebut sebagai:
- dina ala lelampahan
- dina sangar
- dina panas
- dina ora becik lunga
Pada hari-hari ini, perjalanan dipercaya lebih mudah mengalami hambatan, gangguan, kesalahan, atau hasil yang tidak sesuai harapan.
Berikut beberapa hari yang dalam primbon sering disebut sebagai hari yang sangat tidak baik untuk bepergian.
Rabu Legi
Rabu Legi dipercaya sebagai salah satu hari yang kurang baik untuk melakukan perjalanan. Dalam perhitungan primbon, hari ini dianggap membawa pengaruh kurang stabil, sehingga perjalanan yang dilakukan dikhawatirkan mengalami gangguan di tengah jalan, tertunda, atau tidak mencapai hasil yang diharapkan. Karena itu, masyarakat tradisional sering menghindari memulai perjalanan penting pada hari ini.
Ahad Paing
Ahad Paing termasuk hari yang sering dihindari untuk bepergian, terutama untuk perjalanan jauh atau yang memiliki tujuan penting. Hari ini dipercaya memiliki pengaruh yang kurang selaras dengan aktivitas keluar rumah, sehingga rawan menimbulkan hambatan, kesalahpahaman, atau kejadian yang tidak direncanakan.
Kamis Pon
Kamis Pon dikenal dalam beberapa perhitungan primbon sebagai hari yang berat untuk melakukan perjalanan. Perjalanan yang dimulai pada hari ini dipercaya berpotensi menghadapi kesulitan, kerugian, atau pertentangan, terutama jika tidak disertai perhitungan hari yang lengkap. Oleh karena itu, hari ini sering dihindari untuk memulai usaha atau perjalanan besar.
Selasa Wage
Selasa Wage dipercaya membawa pengaruh kurang baik bagi aktivitas yang memerlukan kelancaran dan keselamatan, termasuk bepergian. Dalam kepercayaan Jawa, perjalanan pada hari ini dikhawatirkan mudah menemui rintangan, keterlambatan, atau hasil yang tidak sesuai dengan tujuan semula.
Sabtu Kliwon
Sabtu Kliwon dikenal sebagai hari dengan pengaruh yang kuat dan sensitif dalam perhitungan Jawa. Hari ini sering dikaitkan dengan energi yang berat, sehingga bepergian pada hari ini dipercaya rawan mengalami gangguan, baik secara lahir maupun batin. Karena itu, sebagian masyarakat tradisional memilih menghindari perjalanan penting pada hari Sabtu Kliwon.
Catatan dalam Primbon Jawa
Dalam tradisi Jawa, penentuan baik atau tidaknya hari untuk bepergian tidak hanya dilihat dari hari dan pasaran saja, tetapi juga mempertimbangkan:
- weton orang yang bepergian
- arah tujuan
- neptu hari
- sangar tahun
- dina naas
- tibo lara / tibo pati
- bulan dan tanggal Jawa
Karena itu, hari yang dianggap kurang baik masih dapat digunakan jika perhitungan lain menunjukkan kecocokan.
Penekanan
Hari-hari yang tergolong sangat tidak baik untuk bepergian biasanya dianjurkan untuk diisi dengan kegiatan yang bersifat tenang, menetap, dan tidak berisiko besar. Jika perjalanan tidak dapat ditunda, dalam tradisi Jawa dianjurkan untuk melakukan persiapan dengan matang, menjaga sikap, serta memperbanyak doa sebagai bentuk ikhtiar agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepercayaan ini merupakan bagian dari kearifan tradisional masyarakat Jawa dalam menjaga kehati-hatian dalam menjalani kehidupan sehari-hari.