Berikut adalah beberapa cara perhitungan kecocokan pernikahan berdasarkan neptu hari dan pasaran. Setiap metode memiliki makna dan tujuan masing-masing.
1. Perhitungan Neptu Dibagi 7
Neptu hari kelahiran suami dan istri dijumlahkan. Hasilnya kemudian dibagi dengan bilangan 7. Jika menggunakan pembagian 10 dan sisanya melebihi 7, maka gunakan pembagian 7 karena hanya dikenal 7 bilangan.
Contoh:
Jumlah neptu pasangan = 28
28 ÷ 10 = sisa 8 (tidak dipakai)
28 ÷ 7 = sisa 0 ? jatuh pada bilangan ke-7
Makna Sisa Pembagian
-
Wasesa Segara
Berbudi baik, pemaaf, berwibawa, dan berjiwa besar. -
Tunggak Semi
Banyak rezeki, hidup mulia dan terhormat. -
Satriya Wibawa
Memiliki kewibawaan dan dihormati banyak orang. -
Sumur Sinaba
Menjadi sumber ilmu dan tempat bertanya. -
Satriya Wirang
Banyak menanggung kesusahan dan rasa malu. Penolak bala: menyembelih hewan. -
Bumi Kapetak
Rajin bekerja, tahan menderita. Penolak bala: menanam tanah. -
Lebu Katiup Angin
Keinginan sering tidak tercapai, hidup berpindah-pindah. Penolak bala: menyebar tanah.
2. Perhitungan Neptu Dibagi 5
Neptu hari dan pasaran kelahiran suami dan istri dijumlahkan, kemudian dibagi dengan bilangan 5.
Makna Sisa Pembagian
- Sisa 1 – Sri : Sangat baik
- Sisa 2 – Dana : Baik
- Sisa 3 – Lara : Tidak baik
- Sisa 4 – Pati : Tidak baik
- Sisa 5 – Lungguh : Baik
Contoh:
Suami: Ahad Wage = 5 + 4 = 9
Istri: Selasa Legi = 3 + 5 = 8
Jumlah = 17 ? 17 ÷ 5 = sisa 2 (Dana) ? Baik
3. Perhitungan Lengkap (Hari, Pasaran, Bulan, Tanggal, Tahun)
Semua neptu dari hari, pasaran, bulan, tanggal, dan tahun kelahiran suami serta istri dijumlahkan. Hasilnya dibagi dengan bilangan 9.
Makna Sisa Pembagian
- Sisa 1, 4, 7 ? Wali (Tidak baik)
- Sisa 2, 5, 8 ? Penghulu (Sedang)
- Sisa 3, 6, 9 ? Pengantin (Baik)
Contoh:
Jumlah seluruh neptu pasangan = 78
78 ÷ 9 = sisa 6 ? Pengantin ? Baik
4. Perhitungan Dibagi 3
Cara perhitungannya sama seperti metode ke-3, tetapi hasil akhirnya dibagi dengan bilangan 3.
- Sisa 1 – Begja : Baik
- Sisa 2 – Lara : Tidak baik
- Sisa 3 – Pati : Sangat tidak baik