Dalam dunia spiritual Jawa, nama Mirah Delima dikenal sebagai pusaka paling tinggi derajatnya. Dalam berbagai naskah primbon, mustika ini sering disebut sebagai benda bertuah tingkat wahid, yaitu pusaka yang berada di atas kebanyakan mustika lain.
Dalam tradisi kejawen, kepercayaan tentang Mirah Delima tidak hanya berkaitan dengan batu bertuah, tetapi juga berhubungan dengan ilmu gaib, penjaga alam halus, dan mustika naga. Kisah tentang pusaka ini banyak diceritakan dalam kitab-kitab seperti Primbon Jawa, Serat Centhini, dan berbagai ajaran laku spiritual dalam budaya Jawa.
Asal-usul Mirah Delima dalam Kepercayaan Jawa
Menurut kepercayaan lama, Mirah Delima bukan batu biasa, melainkan mustika naga, yaitu permata gaib yang berasal dari makhluk halus berbentuk naga. Dalam ajaran kejawen disebutkan:
- Mustika naga berada di kening atau tenggorokan naga
- Hanya orang berilmu tinggi yang bisa mendapatkannya
- Tidak bisa dimiliki dengan cara biasa
Karena itu, Mirah Delima dipercaya sangat langka dan tidak semua orang mampu memilikinya. Dalam cerita spiritual Jawa, mendapatkan Mirah Delima berarti harus:
- menang laku batin
- menang ujian gaib
- atau menang melawan penjaga mustika
Bentuk Mirah Delima Menurut Para Spiritualis
Keberadaan Mirah Delima sering menjadi perdebatan karena bentuknya tidak selalu sama. Beberapa pendapat yang sering disebut dalam dunia spiritual Jawa:
1. Balok kecil segi empat
Sebagian spiritualis percaya bentuknya kecil, padat, dan tidak seperti batu biasa.
2. Seperti berlian merah
Ada yang mengatakan bentuknya seperti diamond merah bercahaya.
3. Batu cincin
Ada juga yang percaya Mirah Delima bisa berbentuk batu cincin, tetapi sangat jarang.
Dalam ilmu primbon disebut: Mustika sejati tidak selalu terlihat seperti batu, kadang tampak biasa, tetapi daya gaibnya sangat besar.
Mirah Delima sebagai Pusaka Tingkat Wahid
Dalam kepercayaan kejawen, pusaka dibagi menjadi beberapa tingkatan:
- Pusaka biasa
- Mustika bertuah
- Mustika khodam
- Mustika wahid (tingkat tinggi)
- Mustika naga / Mirah Delima (tingkat tertinggi)
Mirah Delima dipercaya memiliki kemampuan:
- kebal senjata tajam
- kebal api
- kebal peluru
- menolak santet
- menolak teluh
- menambah wibawa
- mendatangkan rezeki
- membuka aura
Namun dalam ilmu Jawa, kemampuan ini hanya muncul jika pemiliknya memiliki laku batin.
Ujian Air Merah — Cara Tradisional Menguji Mirah Delima
Salah satu ujian paling terkenal adalah uji air merah. Cara pengujian menurut kepercayaan spiritual Jawa:
- Mustika dimasukkan ke dalam air kolam atau wadah besar
- Air akan berubah menjadi merah seperti darah
- Penguji meludah ke dalam air
- Jika ludah ikut memerah, pusaka dianggap asli
Ujian ini dipercaya hanya bisa terjadi pada mustika tingkat tinggi. Namun dalam ilmu kejawen juga disebut: Mustika sejati tidak selalu mau diuji.
Ujian Kekebalan — Pengujian yang Kontroversial
Pengujian lain yang sering diceritakan adalah uji kekebalan. Contoh yang sering disebut:
- rambut dicukur dengan pisau
- kulit digores
- terkena api
Jika pemilik tidak terluka, maka mustika dianggap asli. Tetapi dalam ajaran primbon:
- Kekebalan bukan karena batu,
- tetapi karena izin Gusti lan kekuatan batin.
Karena itu banyak guru spiritual melarang uji kekebalan sembarangan.
Mirah Delima dan Mirah Siyam
Dalam dunia benda bertuah, ada batu yang sering disamakan dengan Mirah Delima, yaitu Mirah Siyam. Perbedaannya menurut spiritualis:
| Mirah Delima | Mirah Siyam |
|---|---|
| sangat langka | lebih sering ditemukan |
| daya gaib sangat kuat | daya terbatas |
| tidak bisa diperjualbelikan | bisa diperjualbelikan |
| ujian air merah besar | ujian air merah kecil |
Primbon menyebut: Pusaka sejati tidak datang karena dibeli, tetapi karena dipilih.
Kontroversi Mirah Delima di Zaman Sekarang
Banyak orang mengaku memiliki Mirah Delima, tetapi dalam ilmu kejawen hal ini diperdebatkan.
Alasannya:
- mustika sejati sangat jarang
- tidak semua orang mampu memilikinya
- banyak tiruan
- banyak batu biasa dianggap mustika
Dalam ajaran spiritual Jawa disebut:
- Sing golek pusaka durung mesthi pinaringan
- Sing pinaringan durung mesthi pantes nyimpen
Artinya: yang mencari belum tentu diberi, yang diberi belum tentu pantas menyimpan.
Mirah Delima dalam kepercayaan Jawa bukan sekadar batu, tetapi simbol pusaka tertinggi. Ia dikaitkan dengan:
- mustika naga
- laku batin
- kekuatan gaib
- ujian spiritual
- takdir pemilik
Karena itu, dalam ilmu primbon, Mirah Delima lebih dianggap sebagai pusaka pilihan, bukan benda yang bisa dicari. Sumber ajaran kejawen sering dikaitkan dengan Primbon Jawa dan Serat Centhini.