Banyak orang Jawa percaya bahwa sebagian ramalan Prabu Jayabaya yang tertulis dalam Serat Jayabaya, Jangka Jayabaya, dan Serat Musarar sedang terjadi pada zaman sekarang.
Dalam primbon, masa ini sering disebut:
- Zaman Edan
- Zaman Wolak-Walik
- Zaman Kala Bendu
- menjelang datangnya Ratu Adil / Satria Piningit
Berikut ramalan yang paling sering dianggap cocok dengan kondisi sekarang.
Kereta Tanpa Kuda, Perahu Terbang di Langit
Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran, Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang, Tanah Jawa kalungan wesi
Makna sekarang:
- Mobil, motor, kereta api
- Pesawat terbang
- Kabel, rel, jalan besi, jaringan listrik
Ramalan ini dianggap sudah terjadi.
Sejengkal Tanah Kena Pajak
Sekilan bumi dipajeki Bumi saya suwe saya mengkeret
Makna sekarang:
- Pajak tanah, pajak kendaraan, pajak usaha
- Hidup terasa makin sempit
- Harga tanah mahal
Banyak yang menganggap ini tepat dengan zaman modern.
Orang Baik Tersingkir, Orang Jahat Berkuasa
Wong apik kapencil, Wong jahat munggah pangkat, Wong bener dikunjara, Wong salah dianggep bener
Makna sekarang:
- Orang jujur sulit hidup
- Orang licik mudah naik jabatan
- Kebenaran sering kalah
Ini sering disebut ciri utama Zaman Edan.
Banyak Janji, Sedikit Bukti
Akeh janji ora ditetepi Wong wani nglanggar sumpahe dhewe Manungsa padha seneng nyalah
Makna sekarang:
- Janji politik tidak ditepati
- Orang saling menyalahkan
- Banyak sumpah dilanggar
Ramalan ini sering dikaitkan dengan zaman sekarang.
Keluarga Tidak Harmonis
Anak wani nglawan ibu Nantang bapa Sedulur padha cidra Kulawarga padha curiga
Makna sekarang:
- Anak melawan orang tua
- Saudara bertengkar karena harta
- Keluarga tidak rukun
Primbon menyebut ini tanda zaman rusak.
Malu Hilang, Nafsu Diutamakan
Wong wadon ilang kawirangane, Wong lanang ilang kaprawirane, Akeh wong wadon ngedol awake, Akeh wong ijol bebojo
Makna sekarang:
- Banyak pergaulan bebas
- Banyak perceraian
- Banyak hubungan tidak sah
Dalam primbon disebut tanda akhir zaman rusak.
Pejabat Tidak Adil, Korupsi Merajalela
Ukuman ratu ora adil, Tukang mangan suap saya ndadra, Wong jaga nyolong sing dijaga, Maling lungguh wetenge mblenduk
Makna sekarang:
- Korupsi
- Penyalahgunaan jabatan
- Penegak hukum tidak adil
Ramalan ini sangat sering dianggap cocok dengan masa kini.
Zaman Wolak-Walik (Serba Terbalik)
Sing jujur kojur, Sing curang garang, Sing nekat mbrekat, Sing ngati-ati ngrintih
Makna sekarang:
- Yang jujur susah
- Yang curang kaya
- Yang nekat berhasil
- Yang hati-hati kalah
Primbon menyebut ini tanda zaman sudah terbalik.
Banyak Orang Kaya Tapi Hidup Sengsara
Akeh wong nyekel bandha nanging sangsara, Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan
Makna sekarang:
- Banyak orang punya uang tapi tidak tenang
- Banyak orang miskin di tengah kemewahan
Ini dianggap sangat cocok dengan zaman modern.
Tanda Akan Datangnya Ratu Adil
Dalam ramalan Jayabaya disebut: Banjur ana Ratu duwe pengaruh, Negarane ambane saprawolon, Wong suci bakal mulya, Wong ala bakal sirna
Makna kepercayaan Jawa:
- Akan datang pemimpin adil
- Mengakhiri zaman rusak
- Mengembalikan ketertiban dunia
Tokoh ini disebut:
- Ratu Adil
- Satria Piningit
- Heru Cakra
Banyak orang percaya sekarang adalah:
- Zaman Edan
- Zaman Wolak-Walik
- Zaman Kala Bendu
- Menjelang Ratu Adil
Menurut tafsir primbon dari Serat Jayabaya dan Jangka Jayabaya, zaman rusak selalu terjadi sebelum datangnya zaman baik.