Dalam tradisi Jawa, waktu dipercaya berjalan dalam siklus berulang, bukan garis lurus. Kepercayaan ini berasal dari sistem penanggalan yang disusun pada masa Sultan Agung yang menggabungkan kalender Saka, Hijriyah, dan tradisi Jawa kuno. Sistem ini masih dipakai di lingkungan Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta.

Dalam primbon dan ilmu titen Jawa, dikenal adanya ramalan zaman berdasarkan siklus windu, yaitu putaran 8 tahunan yang dipercaya mempengaruhi keadaan dunia, masyarakat, dan kehidupan manusia.

Namun perlu diketahui:

  • Nama tahun Jawa → sumber valid primbon
  • Siklus windu → valid
  • Ciri zaman tiap windu → tafsir tradisi / ilmu titen
  • Ramalan zaman → bukan kepastian, hanya pertanda

Tahun dalam 1 Windu

UrutanTahun Jawa
1Alip
2Ehe
3Jimawal
4Je
5Dal
6Be
7Wawu
8Jimakir

Setelah Jimakir kembali ke Alip. Ini adalah sistem resmi dalam kalender Jawa.

Siklus Zaman dalam Tradisi Jawa

Dalam beberapa primbon, tafsir kebatinan dan ilmu titen dikenal siklus:

WinduMakna
AdiAwal zaman
KuntaraMasa ujian
SengaraMasa sulit
SancayaMasa panen

Tidak semua kitab menuliskan ini, tetapi dikenal luas dalam tradisi lisan Jawa. Konsep ini sejalan dengan filosofi Jawa: Cakra manggilingan Hidup berputar seperti roda dan juga mirip dengan ramalan Prabu Jayabaya yang menyebut adanya zaman baik dan zaman buruk.

Ciri Zaman Menurut Tafsir Primbon

1. Windu Adi – Zaman Permulaan

Ciri zaman:

  • Banyak perubahan besar
  • Muncul pemimpin baru
  • Banyak ide baru
  • Dunia belum stabil

Makna spiritual: Awal siklus kehidupan, dunia sedang membuka putaran baru. Sering terjadi:

  • perubahan politik
  • perubahan teknologi
  • perubahan aturan

2. Windu Kuntara – Zaman Ujian

Ciri zaman:

  • Banyak persaingan
  • Banyak kerja keras
  • Banyak konflik kecil
  • Banyak cobaan hidup

Makna: Zaman penentuan, siapa kuat akan bertahan. Dalam primbon disebut: Zaman kudu taberi lan sabar

3. Windu Sengara – Zaman Kesulitan

Ciri zaman:

  • Banyak bencana
  • Banyak penyakit
  • Banyak kerusuhan
  • Banyak perubahan besar
  • Banyak orang gelisah

Makna: Zaman pembersihan.

Sering dikaitkan dengan:

  • krisis ekonomi
  • perang
  • wabah
  • kekacauan

Dalam falsafah Jawa: Sengsara kanggo ngresiki jagad

4. Windu Sancaya – Zaman Panen

Ciri zaman:

  • Keadaan mulai stabil
  • Rezeki mulai terbuka
  • Banyak pembangunan
  • Banyak hasil usaha

Makna: Zaman mengumpulkan hasil dari masa sebelumnya. Filosofi Jawa: Sawise sengsara bakal mulya.

Tabel Tahun Jawa dan Siklus Zaman (Perkiraan Modern)

Berikut tabel berdasarkan urutan tahun Jawa yang valid, sedangkan ciri zaman adalah tafsir tradisi.

TahunTahun JawaNama TahunWinduCiri Zaman
20191952AlipSengaramulai masa sulit
20201953EheSengarabanyak ujian
20211954JimawalSengaraperubahan besar
20221955JeSengaratidak stabil
20231956DalSengarakonflik meningkat
20241957BeSengaracobaan berat
20251958WawuSengarapuncak ujian
20261959JimakirSengaraakhir kesulitan
20271960AlipSancayamulai stabil
20281961EheSancayapembangunan
20291962JimawalSancayahasil terlihat
20301963JeSancayaekonomi naik
20311964DalSancayakemakmuran
20321965BeSancayapanen usaha
20331966WawuSancayabanyak keberhasilan
20341967JimakirSancayaakhir masa baik
20351968AlipAdiawal zaman baru

 tabel ini mengikuti siklus umum primbon modern, bukan keputusan resmi keraton

Makna Ramalan Zaman dalam Falsafah Jawa

Ramalan zaman bukan untuk menakut-nakuti. Tujuannya:

  • agar manusia sabar saat sulit
  • agar tidak sombong saat makmur
  • agar selalu ingat Tuhan

Orang Jawa percaya: Zaman ala ora langgeng. Zaman apik uga ora langgeng. Artinya:

  • Zaman buruk tidak selamanya
  • Zaman baik juga tidak selamanya