Dalam kitab primbon kuno yang diwariskan oleh para leluhur tanah Jawa dan Pasundan, disebutkan bahwa tidak semua manusia lahir dalam keadaan biasa. Ada beberapa kelahiran yang dianggap membawa tanda khusus dari alam, dari leluhur, bahkan dari kekuatan gaib yang menjaga sejak masih dalam kandungan.
Di antara kelahiran yang dipercaya memiliki tuah dan keistimewaan adalah bayi yang lahir sungsang dan bayi yang lahir dengan lilitan tali pusar di lehernya. Dalam kepercayaan lama, kedua keadaan ini bukan sekadar kejadian, melainkan pertanda bahwa sang anak telah dipilih dan dijaga oleh kekuatan yang tidak terlihat.
Bayi Sungsang (Turujul) Pertanda Anak Pilihan Leluhur
Dalam primbon Sunda kuno, bayi yang lahir sungsang disebut Turujul , yaitu anak yang keluar tidak seperti manusia biasa.
Hal ini diyakini sebagai tanda bahwa ruh sang bayi sudah memiliki penjaga sejak masih di dalam kandungan.
Konon, bayi turujul memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.
Memiliki Tuah Penyembuhan
Menurut kepercayaan para sesepuh, anak yang lahir sungsang kelak bisa menjadi penyembuh. Doanya mudah dikabulkan, tangannya membawa hawa dingin, dan ucapannya memiliki daya. Orang seperti ini dipercaya cocok menjadi:
- tabib
- dukun
- orang pintar
- penuntun spiritual
Karena sejak lahir sudah diberi kekuatan oleh leluhur.
Mata Batin Lebih Mudah Terbuka
Dalam primbon disebutkan bahwa bayi sungsang tidak tertutup pandangan batinnya. Ia lebih mudah melihat yang tidak terlihat, dan lebih peka terhadap alam halus. Konon mereka dapat:
- merasakan kehadiran makhluk gaib
- bermimpi yang menjadi kenyataan
- mengetahui sesuatu sebelum terjadi
Namun jika tidak dijaga, kemampuan ini bisa membuat hidupnya gelisah.
Jalan Hidup Tidak Biasa
Anak turujul dipercaya tidak akan hidup seperti orang kebanyakan. Wataknya sering berbeda sejak kecil, seperti:
- lebih pendiam
- suka menyendiri
- senang tempat sunyi
- tertarik pada ilmu batin
Primbon menyebut, orang seperti ini sering dipanggil oleh jalan spiritual.
Bayi Berkalung Usus (Kalakon Sampir) Tanda Mendapat Kalung dari Langit
Selain bayi sungsang, dalam kepercayaan Sunda dikenal pula bayi Kalakon Sampir , yaitu bayi yang lahir dengan tali pusar melilit di leher.
Dalam kitab lama, lilitan tersebut tidak dianggap sebagai bahaya, tetapi sebagai tanda bahwa sang bayi lahir membawa kalung dari langit. Kalung itu dipercaya sebagai simbol ikatan rezeki, keberuntungan, dan kemuliaan hidup.
Pertanda Akan Memiliki Paras dan Wibawa
Konon bayi kalakon sampir kelak tumbuh menjadi orang yang enak dipandang. Wajahnya teduh, sikapnya berwibawa, dan mudah disukai orang. Orang tua zaman dahulu percaya bahwa anak seperti ini akan:
- mudah mendapat jodoh
- mudah dipercaya
- mudah dihormati
Ikatan Rezeki Sejak Lahir
Lilitan tali pusar dipercaya sebagai ikatan rezeki. Artinya, anak tersebut tidak akan kekurangan dalam hidupnya selama ia tidak melupakan leluhur. Dalam primbon disebutkan: Anak yang lahir berkalung usus, rezekinya diikat sejak dalam rahim. Karena itu, banyak orang tua dahulu menyimpan tali pusar sebagai jimat pelindung.
Memiliki Intuisi dan Tuah Alam
Bayi kalakon sampir dipercaya memiliki rasa batin yang kuat. Ia mudah mendapat firasat, dan sering selamat dari bahaya. Beberapa dipercaya memiliki kemampuan:
- mengetahui niat orang
- bermimpi bertemu leluhur
- mudah belajar ilmu kebatinan
- memiliki kharisma alami