Dalam tradisi primbon Jawa, terdapat berbagai perhitungan hari yang digunakan untuk menentukan hari baik maupun hari yang sebaiknya dihindari dalam melakukan kegiatan penting. Salah satu konsep yang cukup dikenal adalah Hari Taliwangke dan Hari Samparwangke.

Kedua istilah ini berkaitan dengan hari yang dipercaya memiliki energi kurang baik sehingga sering dijadikan pertimbangan sebelum melakukan aktivitas penting seperti perjalanan jauh, memulai usaha, atau mengadakan acara besar.

Walaupun tidak semua orang masih mempraktikkannya, konsep ini tetap menjadi bagian dari kearifan tradisi Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.

Apa Itu Hari Taliwangke?

Hari Taliwangke dalam primbon Jawa dikenal sebagai hari yang dianggap kurang menguntungkan untuk memulai suatu pekerjaan penting . Dalam kepercayaan tradisional, hari ini dipercaya membawa hambatan atau kesulitan jika digunakan untuk memulai sesuatu yang besar.

Beberapa kegiatan yang biasanya dihindari pada hari Taliwangke antara lain:

  1. memulai usaha baru
  2. melakukan perjalanan jauh
  3. mengadakan acara penting
  4. mengambil keputusan besar

Masyarakat Jawa pada masa lalu sering menggunakan perhitungan ini sebagai panduan agar terhindar dari kesialan atau rintangan.

Apa Itu Hari Samparwangke?

Selain Taliwangke, terdapat pula istilah Hari Samparwangke . Hari ini juga dianggap sebagai hari yang kurang baik dalam perhitungan primbon.

Menurut kepercayaan lama, Samparwangke sering dikaitkan dengan energi yang membawa gangguan, kesalahpahaman, atau hambatan dalam pekerjaan . Oleh karena itu, sebagian orang memilih untuk menunda kegiatan penting apabila jatuh pada hari tersebut.

Namun dalam praktiknya, penafsiran mengenai hari ini dapat berbeda-beda tergantung pada perhitungan weton dan sistem primbon yang digunakan.