Indonesia memiliki banyak tradisi spiritual yang berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur. Salah satu ritual yang sangat sakral adalah Tiwah , yaitu upacara adat masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Tiwah merupakan ritual kematian tingkat akhir yang bertujuan untuk mengantarkan roh orang yang telah meninggal menuju alam arwah atau surga yang disebut Lewu Tatau .

Dalam kepercayaan masyarakat Dayak, kematian bukanlah akhir kehidupan, melainkan perjalanan menuju dunia roh .

Pengertian Ritual Tiwah

Tiwah adalah upacara yang dilakukan setelah seseorang meninggal dan dimakamkan dalam waktu tertentu. Ketika jenazah telah lama dikuburkan dan biasanya hanya tersisa tulang belulang, keluarga akan melakukan ritual Tiwah sebagai prosesi penyempurnaan perjalanan arwah .

Dalam kepercayaan Dayak, roh manusia disebut liau atau salumpuk liau . Roh tersebut harus diantar melalui ritual agar dapat mencapai Lewu Tatau , yaitu alam kehidupan abadi bersama Sang Pencipta.

Jika ritual ini tidak dilakukan, dipercaya roh tersebut masih berada di dunia manusia.

Kepercayaan Kaharingan

Ritual Tiwah berkaitan erat dengan kepercayaan leluhur masyarakat Dayak yang dikenal sebagai Kaharingan .

Dalam ajaran Kaharingan, terdapat keyakinan tentang perjalanan roh manusia setelah meninggal. Roh akan melalui beberapa tahap sebelum akhirnya mencapai dunia spiritual tertinggi bersama Ranying Hatalla , yaitu Tuhan dalam kosmologi Dayak.

Karena itu, ritual Tiwah dianggap sebagai kewajiban moral dan spiritual bagi keluarga.