Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang sejak dahulu menarik perhatian manusia. Dalam tradisi Jawa, peristiwa ini tidak hanya dipahami sebagai kejadian astronomi, tetapi juga memiliki makna simbolik yang tercatat dalam berbagai kitab primbon seperti Primbon Betaljemur Adammakna.

Lalu, bagaimana sebenarnya tafsir primbon tentang gerhana bulan? Dan bagaimana pandangan ilmiah menjelaskan fenomena ini?

Apa Itu Gerhana Bulan?

Secara ilmiah, gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan. Fenomena ini hanya terjadi saat fase bulan purnama.

Dalam ilmu astronomi modern:

  • Tidak mengandung unsur mistis
  • Tidak memengaruhi nasib manusia
  • Dapat diprediksi secara akurat melalui perhitungan falak

Namun dalam tradisi Jawa, gerhana memiliki tafsir simbolik yang berkaitan dengan kondisi sosial, alam, dan spiritual.

Makna Gerhana Bulan dalam Primbon Jawa

Dalam kitab-kitab primbon klasik seperti Serat Centhini, gerhana bulan sering dianggap sebagai pertanda alam (titen) yang berkaitan dengan keseimbangan kosmis.

Beberapa tafsir yang dikenal antara lain:

Pertanda Perubahan Sosial

Gerhana bulan diyakini sebagai tanda: