Sagittarius
23 November – 22 Desember
Centaur adalah makhluk mitologis—setengah kuda, setengah manusia—yang selalu melepaskan anak panah ke arah cakrawala, lalu berlari kencang mengejarnya. Kadang panah itu ditemukan. Kadang pula ia tersesat, teralihkan oleh pemandangan menarik di sepanjang jalan. Begitulah kisah Sagittarius.
Kamu membidikkan anak panah visi intuitifmu ke tujuan masa depan yang jauh, dan sebagian besar waktumu dihabiskan untuk mengejar satu panah demi panah lainnya. Pertanyaan besarnya bukan hanya apakah bidikanmu tepat, melainkan apakah panah itu benar-benar perlu ditemukan. Yang sungguh menarik bagimu adalah getaran dari visi itu sendiri dan pesona perjalanan. Tujuan akhir, pada akhirnya, terasa tidak terlalu penting.
Bagimu, hidup adalah petualangan dan pencarian. Olahraga sejati kehidupan adalah menjadikan perjalanan sevariatif, sekaya, dan sebermakna mungkin. Tiba di tujuan bukanlah intinya. Kamu bisa tampil bermartabat dan agung ketika peran menuntutnya. Namun sebagai aktor ulung, kamu mampu memainkan hampir peran apa pun—selama itu membawamu ke tahap berikutnya dalam perjalanan.
Kamu digerakkan oleh idealisme dan kemungkinan akan sesuatu yang baru dan menggairahkan tepat di balik tikungan: harta karun yang belum ditemukan, misteri yang belum dijelajahi, tujuan yang nyaris mustahil, atau cinta yang terlepas. Ada ketakutan halus dalam dirimu: takut melewatkan sesuatu jika terlalu lama terjebak di masa kini.
Kebosanan adalah musuh terbesarmu, dan kamu memang mudah bosan. Cukup melakukan sesuatu dua kali dengan cara yang sama, maka Centaur gelisah itu akan kembali memburu panah berikutnya. Toh, yang itu sudah pernah dilakukan—mengapa diulang? Abaikan saja Capricorn dan Virgo yang berbicara tentang pahala dari disiplin dan ketekunan. Bagimu, yang bernilai adalah sensasi pengejaran, bukan hadiah yang disimpan di brankas. Dan jika pun hadiah itu sampai ke tanganmu, kemungkinan besar akan habis dalam lima menit.